"Semua orang mengalami krisis ini, semua orang di kota Jackson, kita semua bersama-sama," katanya.
Bahkan sebelum banjir yang menyebabkan masalah pasokan, beberapa penduduk di kota yang mayoritas penduduknya berkulit hitam ini belum memiliki akses air keran yang dapat diandalkan.
"Ini menjadi masalah yang berkelanjutan," ujarnya, yang menjalankan perusahaan konstruksi lokal.
"Kami memang memiliki infrastruktur yang menua karena kota yang lebih tua. Yang kami minta hanyalah bantuan, dukungan, pengertian, dan doa untuk orang-orang Jackson,” lanjutnya.
Keadaan darurat juga telah diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden. Beberapa penduduk bahkan tidak memiliki tekanan air yang cukup untuk menyiram toilet, dan harus menggunakan portal yang bermunculan di sekitar kota termasuk di luar gedung negara.
Sementara itu, antrian panjang telah terbentuk di luar pusat distribusi air karena suhu naik di atas 90F (32C).
Walikota Jackson mengatakan pada Jumat (2/9/2022) bahwa kemajuan sedang dibuat untuk memulihkan pabrik kembali ke operasi normal. Namun masih belum ada jadwal untuk berapa lama masalah akan berlangsung.
Rumah dan bisnis di dekat pabrik telah dipulihkan tekanan airnya, tetapi bangunan yang lebih jauh masih memiliki tekanan air yang lemah atau tidak ada sama sekali.
Ketika tekanan air meningkat, para pejabat memperingatkan bahwa itu dapat menyebabkan pipa pecah di seluruh kota.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.