Share

Ponpes Gontor Akui Ada Dugaan Penganiayaan, Jubir: Yang Terlibat Sudah Kami Keluarkan

Lukman Hakim, Koran Sindo · Selasa 06 September 2022 06:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 519 2661539 ponpes-gontor-akui-ada-dugaan-penganiayaan-jubir-yang-terlibat-sudah-kami-keluarkan-RpMufu2fv6.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)

SURABAYA - Polres Ponorogo saat ini melakukan penyelidikan kasus santri Pondok Modern Gontor yang tewas diduga dianiaya. Setidaknya, ada tujuh orang yang diperiksa. Ketujuh orang tersebut terdiri atas tiga santri, dua ustaz dan dua dokter yang menangani korban sebelum meninggal.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor Noor Syahid menyatakan, berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, memang ditemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum AM wafat.

"Menyikapi hal ini, kami mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat, yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orang tua mereka masing-masing," katanya Senin 5 September 2022.

Pihaknya juga siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. "Kami pihak Pondok Modern Darussalam Gontor masih terus berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga Almarhum Ananda AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama," imbuh Noor Syahid.

Baca juga: Kisah Pilu Santri Gontor Tewas Mengenaskan Akibat Kekerasan, Awalnya Dibilang Terjatuh

Selain itu, pihaknya sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum. Pihaknya juga meminta maaf kepada orangtua dan keluarga almarhum, jika dalam proses pengantaran jenazah dianggap tidak jelas dan terbuka.

Baca juga: Pasutri Aniaya Balita di Blitar, Dipukul hingga Disundut Rokok

"Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Pada prinsipnya kami, tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren," tandas Noor Syahid.

Sebelumnya, beredar video tangisan seorang ibu di Kota Palembang, pecah di hadapan pengacara kondang Hotman Paris. Dia melaporkan, anaknya yang sedang menjadi santri di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, tewas diduga akibat penganiayaan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(fkh)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini