Share

FBI Temukan Kumpulan Dokumen Nuklir dalam Penggerebekan di Rumah Trump

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 September 2022 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 08 18 2663331 fbi-temukan-kumpulan-dokumen-nuklir-dalam-penggerebekan-di-rumah-trump-vP1aQsri3t.jpg Presiden Ke-45 AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Kumpulan dokumen rahasia yang disita oleh FBI selama penggerebekan di kediaman mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump termasuk beberapa dokumen sangat rahasia yang berkaitan dengan kemampuan nuklir kekuatan asing, demikian dilaporkan Washington Post (WaPo).

BACA JUGA: FBI Gerebek Rumah Trump, 300 Lebih Dokumen Rahasia Ditemukan

Menurut sumber surat kabar itu, beberapa dokumen yang disita berhubungan dengan operasi rahasia AS yang memiliki tingkat izin yang tinggi sehingga bahkan banyak pejabat senior tidak diberi pengarahan tentangnya. Laporan itu mengatakan hanya presiden dan beberapa anggota kabinetnya atau pejabat setingkat kabinet yang dapat mengizinkan orang lain dalam pemerintahan untuk mengetahui detailnya.

WaPo melaporkan, kumpulan dokumen yang disita selama penggerebekan itu juga berisi informasi tentang kesiapan pertahanan nuklir dari pemerintah asing yang tidak ditentukan. Orang-orang yang akrab dengan masalah ini, yang diwawancarai oleh WaPo, menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

BACA JUGA: Rumahnya Digerebek FBI, Trump Sebut Biden Sebagai 'Musuh Negara'

Menurut laporan tersebut, jenis material sensitif ini biasanya disimpan di tempat yang “digembok dan terkunci” di lokasi khusus yang aman dan diawasi oleh petugas kontrol yang ditunjuk. Dokumen-dokumen ini, meskipun sifatnya sangat rahasia, disimpan di rumah Trump di Mar-a-Lago dalam dugaan pelanggaran aturan selama lebih dari 18 bulan setelah dia meninggalkan kantor, demikian laporan tersebut sebagaimana dilansir RT.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Bulan lalu, surat kabar tersebut, mengutip sumber, melaporkan bahwa FBI sedang mencari dokumen tentang senjata nuklir di rumah mantan presiden. Namun, pada saat itu, tidak jelas apakah materi tersebut terkait dengan AS atau negara lain.

Pekan lalu, Departemen Kehakiman AS mengungkapkan isi 33 kotak material dokumen yang disita oleh agen FBI dari rumah Trump. Inventaris yang diperluas menunjukkan bahwa penggerebekan, yang terjadi pada 8 Agustus, menghasilkan lebih dari 100 dokumen rahasia, yang bercampur dengan sejumlah material yang tidak sensitif.

Sementara jaksa mengisyaratkan bahwa Trump berpotensi berusaha menghalangi penyelidikan, menuduh bahwa dia atau pembantunya sengaja menyembunyikan dan menghapus dokumen rahasia, mantan presiden bersikeras timnya bekerja sama dengan pihak berwenang.

Trump sejak itu menyebut serangan itu sebagai “penganiayaan politik,” menambahkan bahwa “tidak ada yang seperti ini yang pernah terjadi pada presiden Amerika Serikat sebelumnya.”

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini