Proses evakuasi dapat dilakukan dengan dibantu masyarakat sekitar dengan menggunakan perahu ketek dan tali. Posisi mayat saat akan dievakuasi berada di jurang di bawah jembatan Sungai Lakitan. Selain itu, kondisi arus sungai akibat naiknya debit air membahayakan proses evakuasi, sehingga petugas sangat hati-hari dalam melakukan evakuasi.
"Hasil visum luar oleh pihak Puskesmas Muara Lakitan, dijumpai dua luka robek pada kepala atas, luka robek pada lengan bagian kanan, luka robek telinga sebelah kanan, luka lecet pada bagian pipi kanan," katanya.
Penyebab kematian korban tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam. Diperkirakan lama kematian lebih dari 24 jam dengan telah dijumpai lebam mayat dan kaku mayat dan tanda pembusukan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.