JAKARTA - Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati merupakan salah satu dari sembilan orang penyebar agama Islam yang terkenal di Pulau Jawa. Maka dari itu, dia pun disebut sebagai Wali Sango.
Sunan Gunung Jati lahir pada 1448. Kemudian ia wafat saat usia 120 tahun pada 19 September 1568 di Cirebon.
Sunan Gunung Jati ini merupakan keturunan ke-17 dari Rasulullah SAW.
Silsilahnya dimulai saat Nabi Muhammad SAW memiliki seorang putri bernama Siti Fatimah. Kemudian Siti Fatimah melahirkan Sayyid Husain sampai pada generasi-generasi selanjutnya, lahirlah ayah Sunan Gunung Jati.
Ayahnya bernama Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam dan dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar. Dia adalah seorang penguasa Mesir.
Ibunya bernama Nyi Mas Rara Santang yang merupakan putri raja Pajajaran yang bergelar Sri Baduga Maharaja. Setelah menikah, gelarnya berganti menjadi Syarifah Mudaim.
Awal mula pertemuan kedua orang tua Sunan Gunung Jati adalah ketika Nyi Mas Rara Santang sedang melaksanakan ibadah haji ke Kota Makkah. Di sana ia bertemu Syekh Maulana Akbar.
Mereka menikah dan dikaruniai dua putra, yaitu Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dan adiknya Syarif Nurullah.
Pada 1470 M, Sunan Gunung Jati menginjakkan kaki di Cirebon untuk pertama kalinya. Kedatangannya disambut baik oleh pamannya yang merupakan seorang raja Cirebon, Raden Walangsungsang.
Sebelumnya, diceritakan Sunan Gunung Jati merupakan pendakwah di Pulau Jawa. Beliau mendakwahkan Islam dengan cara menggabungkannya dengan kesenian lokal, yaitu gamelan Jawa.
Berkat cara itu, banyak yang ingin menonton pertunjukan yang diadakan Sunan Gunung Jati. Mereka yang tertarik harus membayar tiketnya dengan membaca dua kalimat syahadat.