"Berhubung dalam suasana Pilpres, konflik yang terjadi dalam tubuh partai politik biasanya bermuara pada muatan politis yang pragmatis, biasanya para elit partai politik terjebak dalam kontroversi politik untuk mendukung salah satu kandidat politik terutama pada pembentukan koalisi Pilpres,” bebernya.
Ditambahkannya, pada era reformasi ini internal partai sering tersandung oleh pragmatisme politik kepentingan jangka pendek bukan jangka panjang.
“Jadi berpotensi besar terbentuknya faksi-faksi baru atau kelompok-kelompok tertentu yang berseberangan di dalam tubuh partai, seyogyanya partai PPP mencapai titik konsensus, untuk mengindari terjadinya perpecahan atau dualisme di tubuh partai PPP,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.