Share

Santri Gontor Tewas Dianiaya, Polisi Bidik Pihak yang Tutupi Kematian Korban

Ahmad Subekhi, iNews · Selasa 13 September 2022 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 519 2666650 santri-gontor-tewas-dianiaya-polisi-bidik-pihak-yang-tutupi-kematian-korban-xr4K1lQzU4.jpg Makam Albar Mahdi (Foto: Dok MPI)

PONOROGO - Kematian Albar Mahdi, santri Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, Jawa Timur asal Palembang, Sumatera Selatan terungkap. Polisi menetapkan dua tersangka, yaitu inisial MFA dan IH.

Untuk tersangka MFA, santri asal Tanah Datar, Sumatera Barat dan IH, santri asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Keduanya kakak kelas korban.

BACA JUGA:Ibu Santri Gontor Ingin Peluk Pelaku Penganiayaan Anaknya 

Meski sudah menetapkan dua tersangka, namun polisi masih terus menyidik kasus ini. Di antaranya, dugaan keterlibatan pondok dalam menutupi kematian korban, dan sangat dimungkinkan akan muncul tersangka baru. Bahkan, penanganan pengembangan penyidikan di back up Polda Jatim.

"Apakah 2 tersangka ini bisa melibatkan orang lain atau tidak, bagaimana tanggung jawab pondok terkait kejadian ini. Ini masih berproses," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Kepolisian juga akan mengambil keterangan pihak keluarga. Sebelumnya, Albar Mahdi, santri Kelas 5 atau setara kelas 11 SMA di Pondok Gontor 1, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo meninggal dunia.

BACA JUGA:Santri Gontor Tewas Dianiaya, 2 Seniornya Ditetapkan Tersangka 

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kemudian, jenazah dipulangkan ke Palembang dan membuat ibu korban, Soimah curiga kalau anaknya meninggal tidak wajar. Kasus mencuat setelah ibu korban bertemu dengan pengacara Hotman Paris di Palembang 4 September 2022. Ternyata, kasus tidak dilaporkan ke kepolisian. 

Kasus baru dilaporkan ke Polres Ponorogo oleh pihak pondok pada 6 September. Hasil penyidikan, polisi menahan dua kakak kelas yang dinyatakan sebagai tersangka. Satu tersangka MFA (18) ditahan di Mapolres Ponorogo. Tersangka kedua, IH (17) dititipkan di rumah tahanan anak-anak.

Polisi masih mengembangkan penyidikan kasus ini. Untuk mengusut keterlibatan pondok dan rumah sakit dalam upaya menutupi kematian korban.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini