"Ketika saya dari Jakarta ke sini membawa kesalahan, alhamdulillah saya di sini diterima sebagai tamu, diperlakukan dengan baik, diajak ngobrol, diapresiasi sebagaimana layaknya keluarga," kata Eko.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ning Imaz, Gus Rifqil, para kiai, dan seluruh santri dan alumni Pesantren Lirboyo karena sudah dibukakan pintu maaf atas kesalahannya yang dianggap telah menghina Ning Imaz, bahkan juga menghina Ibnu Katsir serta agama Islam itu sendiri
"Saya berterima kasih kepada Ning Imaz, Gus Rifqil, kepada seluruh kiai di pondok pesantren Lirboyo, kepada para santri dan alumni, (karena) orang yang salah seperti saya ini diapresiasi dan diberikan pintu maaf," ungkap Eko.
Ia juga mengaku akan belajar dari kesalahannya dan mengimbau masyarakat Indonesia untuk menjadikan kesalahannya itu sebagai pelajaran. Terutama tentang bermedia sosial dengan baik.
"Saya mengimbau kepada teman-teman bahwa (kesalahan) ini menjadi pelajaran buat kita. Jempol kita, cara berpikir kita, barangkali butuh harus saring sebelum kita sharing (menyebar konten/berita)," pungkasnya.
Ning Imaz juga sudah menyampaikan penerimaan maaf kepada Eko Kunthadi. Sikap ini diambil Ning Imaz atas dasar petunjuk para kiai dan masyayikh yang ada di Lirboyo.
Ia pun juga meminta Eko untuk melakukan perbaikan diri hingga siapa pun diminta untuk menghargai keyakinan orang lain terhadap agama.
"Atas petunjuk masyayikh, ya tentu secara personal saya memaafkan. Untuk lebih berhati-hati, buat introspeksi lagi untuk kita dalam bersikap dan bertindak. Penghargaan orang, siapa pun, terhadap apa yang dia yakini itu patut dihargai. Jadi kita tidak bisa mengolok-olok keyakinan orang lain," ujar Ning Imaz.