Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diceraikan Soekarno, Inggit Cuma Bawa Sepasang Anjing Mainan dan Tempat Sirih

Dhea Alvionita , Jurnalis-Rabu, 21 September 2022 |06:10 WIB
Diceraikan Soekarno, Inggit Cuma Bawa Sepasang Anjing Mainan dan Tempat Sirih
Inggit Ganarsih. (Foto: Perpusnas)
A
A
A

JAKARTA - Setelah 20 tahun menikah, pernikahan Soekarno dan Inggit diterpa kehancuran. Inggit memilih untuk diceraikan daripada harus dimadu oleh Soekarno.

Dikutip dalam buku Soekarno Fatmawati, Inggit memang sudah mengetahui bahwa suaminya sedang kasmaran dengan wanita cantik bernama Fatmawati. Diketahui Fatmawati adalah anak dari Hasan Din, kerabat Soekarno.

BACA JUGA:Mengenal Moersjid, Jenderal Pemarah yang Sangat Disegani Soekarno

Seperti yang kita ketahui, bahwa Inggit dan Soekarno tidak memiliki anak. Awalnya, Soekarno tidak memiliki niat untuk menceraikan Inggit. Dia hanya meminta restu agar Inggit mau dimadu olehnya.

"Aku orang Banjaran dari keluarga yang pantangannya adalah dimadu dalam keadaan bagaimanapun. Sudah aku jelaskan, kalau mau mengambil dia, ceraikanlah aku! Aku pantang dimadu!" ujar Inggit seperti dikisahkan dalam buku Soekarno Fatmawati.

Tak bisa merelakan suaminya begitu saja, Inggit mengirimkan surat kepada Ratna Djuami yang saat itu sedang bersekolah di Taman Siswa, Yogyakarta. Inggit mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada Soekarno.

Penyesalan mulai menghantuinya karena dia sudah memberikan jalan bagi suaminya untuk jatuh cinta lagi dengan mengizinkan Fatmawati tinggal di rumahnya bersama dengan suaminya.

Membaca surat tersebut, kemudian Ratna juga menuliskan surat untuk Ayahnya. Dia menumpahkan semua kemarahannya atas keputusan Ayahnya untuk menduakan hati Ibunya. Tak hanya Soekarno, Ratna juga menuliskan surat untuk Fatmawati karena menunjukkan solidaritasnya terhadap sesama perempuan dan rasa cintanya kepada Ibunya.

Namun, saat Sekutu kalah perang dan Jepang memasuki Sumatera, Inggit dan Soekarno harus menghadapi tantangan baru. Meskipun mereka diizinkan meninggalkan Bengkulu dan diperintahkan untuk menuju Jakarta, mereka harus melakukan perjalanan darat menuju Padang melalui hutan belantara agar terhindar dari pasukan Jepang.

Setelah diasingkan di Bengkulu, akhirnya Soekarno dan Inggit resmi bercerai di Jakarta pada tahun 1942. Perceraiannya mereka disertai persyaratan yang dibuat oleh Soekarno di hadapan Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur.

"Fatma mendapatkan rumah tangga yang sudah jalan. Saya tidak bawa apa-apa ketika keluar dari rumah Pegangsaan Timur. Cuma sepasang anjing mainan saya dan tempat sirih pemberian Haji Sanusi,” kenang Inggit. 

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement