Share

BMKG Pasang 23 Sensor Real Time New Gen di Jabar, Deteksi Dini Gema dan Tsunami

Arif Budianto, Koran Sindo · Kamis 22 September 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 525 2672573 bmkg-pasang-23-sensor-real-time-new-gen-di-jabar-deteksi-dini-gema-dan-tsunami-W2hkilRu28.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan sebanyak 23 titik di Jawa Barat telah terpasang Warning Receiver System (WRS) New Generation (NG), sebagai warning sistem kejadian gempa dan tsunami yang terpantau secara real time.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, saat ini alat WRS New Gen telah terpasang di 23 lokasi di Jawa Barat dari total 31 alat. Ke 23 titik tersebut adalah daerah dengan tingkat potensi kejadian gempa dan tsunami. Salah satunya terpasang di Kantor BPBD Pangandaran.

"Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pemantauan lapangan instrumen Seismograf di Jawa Barat pada umumnya berjalan dengan normal dan dalam kondisi yang prima untuk memantau kegempaan di Jawa Barat, " jelas Teguh Rahayu atau biasa disapa Ayu, Kamis (22/9/2022).

 BACA JUGA:Gunung Merapi Alami 94 Kali Gempa Guguran dan 38 Gempa Vulkanik Dalam

Diketahui, Warning Receiver System (WRS) New Generation ini adalah peralatan penerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami berupa smart display. Kelebihan alat ini adalah informasi gempa bumi real time, sehingga dapat memberikan informasi gempa secara lebih cepat.

Aplikasi WRS New Generation beroperasi otomatis pada saat komputer dihidupkan. Perangkat WRS New Generation wajib beroperasi selama 24 jam, 7 hari per minggu dan tidak boleh dimatikan. Perangkat WRS New Generation, terdiri dari software, hardware, perangkat komunikasi dan perangkat support (UPS).

"Bahkan WRS NG berbasis link pun sudah dimiliki di command center Desa Pangandaran, " jelas dia.

 BACA JUGA:Gempa M5,1 Guncang Maluku Tenggara Barat, BMKG: Akibat Adanya Aktivitas Subduksi Banda

Melihat pentingnya alat ini, masyarakat bersama dengan stakeholder terkait harus mendukung secara penuh dan secara bersama-sama menjaga serta merawat keberadaan instrumen ini. "Masyarakat harus mengenali dan paham akan fungsi alat tersebut, " jelas dia.

Diketahui, tingkat kegempaan di Jawa Barat termasuk tinggi. Di mana setiap bulan rata rata terjadi gempa bumi diatas 50 kali kejadian. Gempa terjadi di darat dan laut, disebabkan pergerakan sesar lokal dan sesar Indo-Australia. Beberapa gempa tak dirasakan oleh manusia.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini