Share

Pegang Payudara dan Jambak Warga, Kades di Malang Dipolisikan

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 24 September 2022 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 519 2674063 pegang-payudara-dan-jambak-warga-kades-di-malang-dipolisikan-1btAcZlKab.jpg Seorang kepala desa di Malang dipolisikan karena memegang payudara, memukul hingga menjambak warga. (Ilustrasi/Ist)

MALANG - Seorang oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan. Oknum Kades Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang ini dilaporkan perempuan berinisial RR (39).

Surat laporan dengan nomor LP-B/35/IX/2022/Polsek Wajak/Polres Malang/Polda Jatim tertanggal 20 September 2022 ini menguraikan adanya peristiwa dugaan pelecehan seksual yang dilakukan TP, Kades Bringin, Kecamatan Wajak.

Peristiwa ini terjadi pada 18 September 2022 sekitar pukul 18.30 WIB. TP memegang payudara korban, kemudian memukul sebanyak satu kali mengenai wajah korban, hingga menjambak rambut korban.

Peristiwa itu terjadi saat kegiatan atraksi tarian dalam rangka karnaval Desa Dadapan di ruas jalan raya tepat di depan rumah terduga pelaku.

"Saat korban hendak menata barisan, dari arah depan terduga pelaku datang ke arah korban dalam keadaan mabuk dan langsung memegang payudara korban. Kemudian ditangkis oleh korban. Lalu terduga pelaku memukul wajah dan menjambak korban," demikian isi surat laporan yang dikeluarkan Polsek Wajak.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Malang Iptu Achmad Taufik membenarkan laporan terhadap kepala desa aktif di Kecamatan Wajak tersebut. Namun, kini pihaknya masih menunggu limpahan kasus dari jajaran Polsek Wajak untuk pemeriksaan korban dan saksi-saksi.

"Karena korbannya seorang perempuan, kasusnya akan segera dilimpahkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang. Tapi, saat ini masih menunggu pelimpahan dari Polsek Wajak. Sampai saat ini Polsek Wajak tidak bisa menghubungi saksi dan korban karena setelah membuat laporan korban dan saksi tidak bisa dihubungi," ucap Iptu Achmad Taufik, pada Sabtu (24/9/2022).

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Eko Margianto mengaku telah mendapatkan informasi terkait dugaan pelecehan dan kekerasan itu dari media massa.

"Kalau adanya aduan secara resmi kami belum menerima. Tapi saya tahu dari media massa terkait dugaan pelecehan dan kekerasan itu," kata Eko Margianto, saat dihubungi wartawan pada Sabtu (24/9/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurutnya, kini kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum kepala desa ini masih diproses aparat penegak hukum. Pihaknya masih menunggu perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

"Kabarnya korban sudah membuat aduan kepada aparat penegak hukum. Jadi kami menghormati proses hukum itu. Hasilnya bagaimana, baru nanti DPMD akan menindaklanjuti dugaan tersebut," jelasnya.

Sementara ini, Eko menerangkan camat sebagai kepanjangan tangan dari Bupati Malang telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait serta pembinaan kepada terduga pelaku.

"Sementara ini, Camat masih sebatas melakukan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan melakukan pembinaan kepada terduga pelaku," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini