Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Kali Kudeta Berdarah PKI di Indonesia, Salah Satunya G30S

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Rabu, 28 September 2022 |07:01 WIB
3 Kali Kudeta Berdarah PKI di Indonesia, Salah Satunya G30S
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

2. 1948

Pemberontakan selanjutnya terjadi di tahun 1948 dan terkenal dengan nama pemberontakan Madiun atau peristiwa PKI Madiun 1948. Melansir laman Kemendikbud, peristiwa ini bermula saat Kabinet Amir Sjarifuddin jatuh. Setelahnya, Amir membuat FDR atau Front Demokrasi Rakyat dan menggalang kerja sama dengan barisan paham kiri, seperti BTI (Barisan Tani Indonesia), PKI, dan Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia). Amir juga diketahui mempunyai hubungan dekat dengan Muso dan berencana ingin menyebarkan paham komunisme lebih luas lagi di Tanah Air.

Propaganda anti pemerintah dilancarkan dan kaum buruh melakukan mogok kerja. PKI juga melakukan penculikan dan pembunuhan kepada beberapa tokoh, salah satunya adalah Koloner Sutarto, Gubernur Jawa Tengah RM Ario Soerjo, dan Dr. Moewardi. Puncak peristiwanya sendiri terjadi di tanggal 18 September 1948, ketika para pemberontak menguasai Madiun dan menyerukan kehadiran Republik Soviet Indonesia.

3. 1965

Pemberontakan PKI yang paling terkenal sekaligus menjadi akhir pergerakan partai kiri ini terjadi di tahun 1965. Dalam peristiwa ini, setidaknya ada 6 jenderal dan 1 perwira TNI AD yang dibunuh di Jakarta. Sementara itu, ada 2 perwira TNI yang juga tewas di Yogyakarta, yakni Letkol Sugijono dan Brigjen Katamso. Kelompok pemberontak tersebut dipimpin oleh DN Aidit.

Sebelum dibunuh di Lubang Buaya, Jakarta, para perwira TNI AD tersebut terlebih dahulu diculik di kediamannya masing-masing. Beberapa ada yang dibunuh di rumahnya, ada pula yang dibawa dan dibunuh di Lubang Buaya. Pemberontak melalui Letkol Untung memberikan pengumuman melalui RRI, yang berisi bahwa gerakan 30 September dialamatkan kepada Dewan Jenderal dan ingin melakukan kudeta kepada Presiden Soekarno.

Ada beberapa penyebab atau latar belakang terjadinya pemberontakan ini. Di antaranya, pengaruh PKI berkembang pesat di kalangan seniman, guru, wartawan, perwira TNU, dan cendekiawan. Selanjutnya, kondisi sosial-politik Indonesia di era demokrasi terpimpin memberikan kesempatan kepada PKI untuk menyebarkan doktrik Nasakom (nasionalisme, agama, dan komunisme). Hal ini juga menjadikan PKI sebagai partai elite di politik Indonesia. Selain itu, PKI cepat bangkit pasca pemberontakan Madiun 1948. Kebangkitan PKI ini tak lepas dari peran penting DN Aidit yang menjadikan PKI masuk dalam jajaran 5 besar partai politik terbesar pada pemilu 1955.

Usai peristiwa Gerakan 30 September, keberadaan PKI langsung ditumpas oleh pasukan pimpinan Mayor Jenderal Soeharto. Ia berhasil menyadarkan kesatuan TNI yang sebelumnya sudah terkena doktrin PKI. Mereka yang terlibat dalam pemberontakan ditangkap dan dibuang ke Pulau Buru atau Nusakambangan.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement