JAKARTA - Seorang algojo pembantai orang-orang yang dituduh PKI memberikan kesaksiannya. Di antaranya mengenai lubang-lubang pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Aceh pada 1965.
"Saya masih simpan parang untuk memotong leher orang-orang PKI. Kalau bapak mau lihat, silakan..." katanya seperti dilansir dari BBC, Senin 26 September 2022.
Udin, bukan nama sebenarnya menceritakan, berada tak jauh dari peristiwa pembantaian di lubang-lubang pembantaian di perbukitan Seulawah, di pinggiran Kota Sigli, Aceh. Di sanalah orang-orang yang dituduh komunis disembelih.
Pembantaian biadab itu terjadi 56 tahun silam tak lama setelah peristiwa G30S 1965. Saat itu, Udin masih berusia 25 tahun.
BACA JUGA:Kisah Ketegangan NU dengan Soekarno Usai G30S hingga Karnaval Banser Diserang Massa PKI
Peristiwa penangkapan dan pembunuhan massal atas pimpinan, anggota, simpatisan atau orang-orang yang dikaitkan Partai Komunis Indonesia (PKI), gencar dilakukan di kota di pesisir timur Aceh.
Baca Selengkapnya di Sini: Kesaksian Algojo PKI di Aceh, Masih Menyimpan Parang Berdarah
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.