Share

Pemerintah Harapkan Tak Ada Lagi Bullying dan Body Shaming di Ruang Digital

Edy Siswanto, Okezone · Kamis 29 September 2022 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 340 2677733 pemerintah-harapkan-tak-ada-lagi-bullying-dan-body-shaming-di-ruang-digital-67AeT5CF3P.jpg

PAPUA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berharap tak ada lagi praktek perundungan dan body shaming di ruang digital.

Olehh karenanya, Kominfo menggelar Workshop Video Kreatif Tiktok dan IG Reels “Bengkel Digital Teras Negeriku: Inspirasi Papua X Labuan Bajo” pada Selasa, di Kota Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Lewat workshop Bengkel Digital Teras Negeriku, kita ingin meningkatkan kemampuan dan kreativitas konten digital masyarakat agar diseminasi informasi memiliki variasi konten positif, informatif dan kreatif, khususnya di TikTok dan Instagram Reels yang tengah digandrungi masyarakat saat ini,” ujar Koordinator Informasi dan Komunikasi Pertahanan dan Keamanan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Dikdik Sadaka.

Michelle Stevanie, anak muda asal Papua yang memulai karirnya sebagai influencer sejak 2017, membagikan pengalamannya dalam membangun personal branding. Menurutnya, personal branding adalah hal yang penting untuk dilakukan, sebab personal branding merupakan seni dalam menunjukan citra diri, sehingga dapat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap dirinya.

“Saya dapat bekerjasama dengan banyak pihak dan mendapatkan banyak hal. Saya adalah perempuan Papua pertama yang mendapat beasiswa exchange student langsung dari kedutaan Amerika. Ini karena apa? Karena main sosmed dengan pengendalian diri, tahu mana yang harus dilakukan mana yang tidak di sosial media,” papar Michelle.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Kita harus percaya diri dengan apa yang kita punya, karena orang lain tidak punya apa yang kita punya,” tambahnya.

Selain itu, anak muda asli Labuan Bajo, Suci Maria yang juga merupakan influencer, turut mengedukasi peserta workshop untuk bisa membuat berbagai konten di media sosial dengan bijak demi mengurangi pengaruh negatif bagi pengguna Internet lain. Menurutnya, konten yang positif adalah konten bermuatan informasi yang mengedukasi dan juga menginspirasi orang ke arah yang baik dan benar.

“Contoh konten yang positif seperti tidak bermuatan mengadu domba, tidak mengandung isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), tidak menjatuhkan pihak lain, namun tetap menghibur,” paparnya kepada peserta workshop.

Suci juga menambahkan jika ingin membuat sebuah konten yang menghibur, tetap hindari konten yang bermuatan body shaming dan juga bullying. Menurutnya, hal tersebut akan membuat konten yang diciptakan tetap bernuansa positif dibanding konten milik orang lain.

Diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak muda Papua maupun Labuan Bajo untuk terus mengembangkan pribadi dan menciptakan konten-konten kreatif, positif dan juga inspiratif untuk terus mengedukasi masyarakat luas lewat sosial media.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini