Share

Satpol PP Malang Gerebek Muda-mudi Berbuat Mesum di Trotoar, Ternyata Mahasiswa Baru

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 30 September 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 519 2678166 satpol-pp-malang-gerebek-muda-mudi-berbuat-mesum-di-trotoar-ternyata-mahasiswa-baru-Zb7Y45lfIz.jpg Dua muda-mudi dibawa ke kantor Satpol PP. (Foto: Satpol PP Malang)

KOTA MALANG - Viral sepasang muda-mudi tengah berbuat mesum di trotoar Jalan Veteran Malang. Dalam video yang beredar, terlihat sepasang muda-mudi tengah bermesraan di bangku trotoar di depan kawasan Universitas Negeri Malang (UM).

Kedua pelaku asyik berciuman dan berpelukan sembari duduk di bangku taman di trotoar. Perisitiwa itu terjadi pada malam hari.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat menjelaskan, pihaknya langsung meningkatkan patroli di beberapa titik usai viralnya video tersebut. Hasilnya diakui ada dua pasang muda-mudi yang tertangkap basah tengah berbuat asusila di trotoar di Jalan Bandung, pada Selasa malam (27/9/2022), sekitar pukul 21.30 WIB.

"Saya kurang paham kalau yang viral itu. Setelah itu kami melakukan pulbaket atau deteksi dini, menangkap basah dua pasang ini," ucap Rahmat Hidayat saat dihubungi MNC Portal, pada Jumat (30/9/2022).

Sebelum penangkapan, Rahmat menjelaskan anggotanya bahkan sampai harus melakukan penyamaran dan pengintaian di beberapa titik yang diduga kerap dijadikan ajang pasangan muda-mudi berbuat mesum. Hal itu untuk memperkuat bukti tangkap basah yang dilakukan anggota di lapangan.

 Baca juga: Viral! Ibu Pukul Anaknya dengan Gagang Sapu hingga Patah

"Harus ada videonya dulu, ada fotonya, teman-teman kan ngintel (ngawasin), kalau enggak gitu, enggak ngaku, kelamaan berdebat di lapangan, kalau ada buktinya diam sudah mereka," ujar dia.

Saat diperiksa ternyata kedua muda-mudi ini baru berstatus mahasiswa baru (maba) dari kampus ternama di Malang. Mereka berinisial DR, HA, MF, dan RS, yang berusia antara 17 - 18 tahun. Seusai tertangkap tangan mereka langsung dibawa petugas ke kantor untuk didata dan dilakukan pembinaan.

"Pertama pembinaan panggil orang tuanya atau video call orang tuanya kalau luar kota, kalau enggak kooperatif akan ditindak pidana ringan. Kalau memang kita kenakan tipirig memang ada, karena dia melanggar Perda 8 tahun 2005 tentang Tempat Pelacuran dan Perbuatan Cabul. Maksimal 3 bulan denda Rp10 juta," terangnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Rahmat meminta para orang tua lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama yang berasal dari luar Malang. Pasalnya di tengah arus globalisasi dan modernisasi informasi teknologi, kebebasan berbuat sering dijadikan dalih para muda-mudi untuk menghalalkan bermesraan di tempat umum.

"Tolong orang tuanya yang ada di luar kota juga melakukan pengawasan pembinaan kepada anaknya. Jangan terlalu percaya penuh, karena memang namanya dunia pergaulan anak muda dengan teknologi informasi yang begitu cepat, mereka bisa mengakses apapun. Dan semua tanggung jawab kita bersama orang tua, ya pemerintah, ya swasta, ya masyarakat, semuanya. Ini tanggung jawab moral kita semuanya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini