Share

Tragedi Kanjuruhan, Warganet Tanya Siapa yang Harus Disalahkan?

Rafika Putri, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 519 2679231 tragedi-kanjuruhan-warganet-tanya-siapa-yang-harus-disalahkan-bUWcFMoQUa.jpeg Foto: Tangkapan layar

JAKARTA - Masyarakat Indonesia khususnya warga Malang saat ini sedang berduka. Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, berujung tewasnya 125 orang.

Kekalahan Arema FC selaku tuan rumah pertandingan tersebut tidak bisa diterima oleh para suporter. Sejumlah Aremania, sebutan suporter Arema merengsek masuk ke tengah lapangan.

Sebuah video yang di unggah akun Tiktok @stetesajalah ramai oleh komentar warganet. Video itu menampilkan video sejumlah mobil ambulans yang membawa korban dalam tragedi ini.

“127 ibu tidak akan melihat anaknya lagi. Siapa yang harus disalahkan? Malang berduka,” tulis akun tersebut, Minggu (2/10/2022).

Sebelumnya Polri memang merilis data bahwa korban meninggal berjumlah 127 orang, namun diralat pada Minggu sore menjadi 125 orang.

Baca juga:  Update Terbaru Polri: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan 125 Orang

Komentar pedas pun dikeluarkan warganet kepada pihak terkait dalam pertandingan berujung ricuh itu.

“Suporter malang dan koordinator suporter nya.. malang, tanggung jawab dan instropeksi diri" ujar akun @Th*m*s

"teruntuk semua suporter club indonesia.

jaga sportipitas. namanya permainan ada menang ada kalah. legowo lah." ujar akun @r*z*b*h*r*

"Dsni diperlukan mental dewasa sebagai suporter. Siap terima dan tetap mendukung meski tim idola nya kalah." ujar akun @S*bl*kc*k*r

Kejadian ini menjadi tragedi yang memakan korban jiwa terbanyak dalam sejarah peristiwa kelam sepakbola di Tanah Air.

Sementara itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan, saat kejadian para penonton turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah.

Karena itu, pihak pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan serta melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Gelombang suporter yang turun kian membesar dan semakin ricuh. Saat itu pihak keamaanan menembak gas air mata ke arah suporter. Suasana yang terjadi setelah itupun semakih ricuh.

Irjen Nico Afinta mengungkap penyebab para korban meninggal dunia. Menurutnya, tragedi maut itu terjadi karena penumpukan massa.

"Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak napas kekurangan oksigen," kata Nico saat memberikan keterangan di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022).

Para korban kehilangan nyawa dikarenakan sesak napas akibat gas air mata yang dilempar ke kursi penonton. Kejadian tersebut sampai mengakibatkan 125 orang meninggal dunia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini