Share

Kolera Kembali Menyerang Haiti, 7 Orang Meninggal

Susi Susanti, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 18 2679804 kolera-kembali-menyerang-haiti-7-orang-meninggal-F5t6ekNqFC.jpg Kolera kembali menyerang Haiti, 7 orang meninggal (Foto: Reuters)

PORT-AU-PRINCE - Haiti pada Minggu (2/10/2022) mengatakan sedikitnya tujuh orang telah meninggal ketika wabah kolera datang secara mengejutkan. Wabah ini menyerang kembali saat negara itu dilumpuhkan oleh blokade geng yang telah memicu kekurangan bahan bakar dan air minum bersih.

"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, jumlah kematian sekitar 7 hingga 8 orang," kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Laure Adrien saat konferensi pers, seraya menambahkan bahwa para pejabat berjuang untuk mendapatkan informasi dari rumah sakit.

"Ada satu kematian di siang hari ini,” lanjutnya, dikutip Reuters.

Baca juga: Menyusul Naiknya Covid-19 di China, Wuhan Laporkan Kasus Kolera Pertama

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengkonfirmasi satu kasus di daerah Port-au-Prince dan bahwa ada kasus yang dicurigai di kota Cite Soleil di luar ibu kota, yang merupakan lokasi perang geng yang kejam pada Juli lalu.

Baca juga: Gempa Afghanistan: Tidak Ada Makanan, Tempat Berlindung dan Ketakutan Akan Wabah Kolera

Geng-geng sejak bulan lalu memblokir pelabuhan bahan bakar utama negara itu sebagai protes atas pengumuman kenaikan harga bahan bakar bulan lalu. Banyak rumah sakit telah menutup atau mengurangi operasinya karena kekurangan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Perusahaan Pembotolan Karibia, pemasok utama air kemasan, mengatakan pada Minggu (2/10/2022) bahwa mereka tidak dapat lagi terus memproduksi dan mendistribusikan air karena kehabisan bahan bakar diesel, yang sangat penting untuk rantai pasokannya.

Kolera menyebabkan diare yang tidak terkontrol.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Penyakit ini biasanya menyebar melalui air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang sakit, yang berarti bahwa air minum yang bersih sangat penting untuk mencegah penyebarannya.

Seperti diketahui, penyakit ini menewaskan sekitar 10.000 orang melalui wabah yang terjadi pada 2010 yang kemudian menyalahkan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi Kesehatan Pan Amerika pada 2020 mengatakan Haiti telah melewati satu tahun tanpa kasus kolera yang dikonfirmasi.

Dahulu, pasukan dari Nepal, di mana kolera mewabah, berada di Haiti sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB yang dibentuk pada 2004 setelah penggulingan Presiden Jean-Bertrand Aristide. Jumlah pasukan itu semakin bertambah setelah gempa Haiti yang terjadi pada 2010.

PBB pada 2016 meminta maaf atas wabah tersebut, tanpa mengambil tanggung jawab.

Sebuah panel independen yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal PBB saat itu Ban Ki Moon mengeluarkan laporan 2011 yang tidak menentukan secara meyakinkan bagaimana kolera diperkenalkan ke Haiti.

Anggota panel pada 2013 secara independen menerbitkan sebuah artikel yang menyimpulkan personel yang terkait dengan misi penjaga perdamaian PBB adalah "sumber yang paling mungkin".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini