Share

Konflik China-Taiwan, Menhan AS Yakin Presiden Xi Jinping Mencoba Ciptakan Normal Baru

Susi Susanti, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 18 2679920 konflik-china-taiwan-menhan-as-yakin-presiden-xi-jinping-mencoba-ciptakan-normal-baru-difWzXybiq.jpg Menhan AS Lloyd Austin (Foto: Reuters)

WASHINGTONMenteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Llyod Austin mengatakan meskipun dia tidak “melihat invasi segera” ke Taiwan oleh China, dia yakin Presiden China Xi Jinping menggunakan kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi pada 3 Agustus lalu ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai kesempatan untuk “mulai mencoba menciptakan normal baru.”

Pelosi adalah Ketua DPR AS pertama yang mengunjungi pulau itu dalam 25 tahun. China menanggapi kedatangannya itu dengan meluncurkan latihan militer di laut dan wilayah udara di sekitar Taiwan.

“Kami melihat sejumlah penyeberangan garis tengah Selat Taiwan dengan pesawat mereka, dan jumlah itu meningkat dari waktu ke waktu. Kami telah melihat lebih banyak aktivitas dengan kapal permukaan mereka di perairan di dalam dan sekitar Taiwan,” ungkapnya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Fareed Zakaria CNN yang ditayangkan pada Minggu (9/3/2022) di “Fareed Zakaria GPS.”

Baca juga: Peringatkan AS, China Tidak Ragu Mulai Perang jika Taiwan Deklarasikan Kemerdekaan

Partai Komunis China yang berkuasa menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun tidak pernah memerintahnya, dan telah bersumpah untuk “menyatukannya kembali” dengan daratan China, dengan kekerasan jika perlu.

Baca juga: Putin Bertemu Presiden China Pertama Kali Usai Invasi Ukraina, Apa yang Dibahas? 

Austin mengatakan dia telah berbicara dengan rekannya dari China, Menteri Pertahanan Nasional China Wei Fenghe, “di telepon dan secara langsung” selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan, tetapi saluran komunikasi antara keduanya “tidak terbuka” sekarang.

“Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk terus memberi sinyal bahwa kami ingin saluran itu terbuka, dan saya berharap China akan mulai lebih condong ke depan dan bekerja sama dengan kami,” terangnya.

.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ketika ditanya apakah militer AS siap untuk membela Taiwan, Austin mengatakan militer “selalu siap untuk melindungi kepentingan kami dan memenuhi komitmen kami.”

Dalam sebuah wawancara dengan “60 Minutes” CBS yang ditayangkan bulan lalu, Presiden AS Joe Biden mengulangi janji sebelumnya untuk membela Taiwan jika terjadi invasi, tetapi dia menyebutkan bahwa “pria dan wanita AS” akan terlibat dalam upaya tersebut.

“Saya pikir Presiden jelas dalam memberikan jawabannya saat dia menjawab pertanyaan hipotetis. Tetapi, sekali lagi, kami terus bekerja untuk memastikan bahwa kami memiliki kemampuan yang tepat di tempat yang tepat untuk memastikan bahwa kami membantu sekutu kami mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” terangnya.

Austin menegaskan kembali bahwa kebijakan pemerintahan Biden terhadap Taiwan, Kebijakan Satu China, “tidak berubah.”

Di bawah kebijakan "Satu China", AS mengakui posisi China bahwa Taiwan adalah bagian dari China tetapi tidak pernah secara resmi mengakui klaim Partai Komunis atas pulau berpenduduk 23 juta itu. AS memberi Taiwan senjata pertahanan tetapi sengaja tetap ambigu tentang apakah itu akan campur tangan secara militer jika terjadi serangan China.

“Sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan, Anda tahu, kami berkomitmen untuk membantu Taiwan mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan diri, dan pekerjaan itu telah berlangsung dari waktu ke waktu,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini