Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Ukraina dan Elon Musk Berselisih Paham Soal Jajak Pendapat Rencana Perdamaian

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 04 Oktober 2022 |14:07 WIB
Presiden Ukraina dan Elon Musk Berselisih Paham Soal Jajak Pendapat Rencana Perdamaian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Bos Tesla Elon Musk (Foto: EPA-EFE)
A
A
A

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah membalas bos Tesla Elon Musk yang mem-posting jajak pendapat di Twitter yang berisi sarannya untuk mengakhiri invasi Rusia.

Musk meminta 107,7 juta pengikutnya untuk memilih ide-ide yang mencakup penyerahan wilayah ke Rusia.

Gagasan Musk termasuk pendapat tentang beberapa bagian Ukraina yang diduduki oleh Rusia yang menurut Rusia akan dicaplok.

"Rusia pergi jika itu kehendak rakyat,” ujar multi-miliarder itu, dikutip BBC.

 Baca juga: Pertempuran Sengit, Tank Ukraina Berhasil Terobos Rusia Menuju Kherson

Musk juga menyarankan dunia harus secara resmi mengakui Krimea - yang dianeksasi Rusia pada 2014 - sebagai bagian dari Rusia.

 Baca juga: Siap Lawan Rusia, Uni Eropa Akan Latih 15.000 Tentara Ukraina

Sepuluh jam setelah diposting, polling telah menarik lebih dari 2 juta suara.

Sebagai tanggapan, Zelensky memposting jajak pendapatnya sendiri yang menanyakan kepada pengguna apakah mereka lebih menyukai orang terkaya di dunia ketika dia mendukung Ukraina.

Zelensky menanggapi dengan jajak pendapatnya sendiri yang menanyakan: "@elonmusk mana yang lebih Anda sukai? Orang yang mendukung Ukraina [atau] Orang yang mendukung Rusia."

Delapan jam setelah diposting, jajak pendapat itu telah dipilih lebih dari 1,5 juta kali.

Orang Ukraina lainnya pun ikutan mengkritik Musk. Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andrij Melnyk menggunakan sumpah serapah yang kuat, yang dia gambarkan sebagai "jawaban yang sangat diplomatis".

"Ini adalah kebodohan moral, pengulangan propaganda Kremlin, pengkhianatan keberanian & pengorbanan Ukraina,” terang grandmaster catur Rusia Garry Kasparov.

Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan empat wilayah Ukraina menjadi bagian dari Rusia, menyusul apa yang disebut referendum yang dikecam sebagai penipuan oleh Kyiv dan sekutu Baratnya. Rusia tidak sepenuhnya mengendalikan salah satu dari empat wilayah tersebut.

Sebelumnya dalam invasi Rusia, perusahaan internet satelit milik Musk mengirim peralatan ke negara itu.

Hal itu membuat Musk menjadi populer di Ukraina dan dia kemudian diundang oleh Zelensky untuk berkunjung saat perang dengan Rusia usai.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement