Share

Belajar di Medsos, Pemuda Ini Nekat Bikin STNK dan BPKB Palsu

Demon Fajri, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 340 2681294 belajar-di-medsos-pemuda-ini-nekat-bikin-stnk-dan-bpkb-palsu-nVw6OunhsG.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BENGKULU - Salah satu warga Kelurahan Air Rambai, Kecamtan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berinisial MED (34), ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rejang Lebong, Polda Bengkulu.

Pria 34 tahun ini diduga membuat dan menjual surat/dokumen palsu berupa, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diduga palsu, dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) diduga palsu, di Kabupaten Rejang Lebong.

Residivis dalam perkara pemalsuan dokumen/surat di Kota Bengkulu, tahun 2021 ini sudah menjalankan aksinya sejak Mei 2022 hingga Oktober 2022 atau selama 5 bulan.

Selama 5 bulan terakhir, terduga pelaku ini telah menjual lebih dari 20 STNK palsu dan 2 BPKB palsu. Keuntungan MED dalam bisnis ini ditaksir mencapai Rp20 juta .

Kapolres Rejang Lebong, Polda Bengkulu, AKBP Tonny Kurniawan melalui Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea mengatakan, terduga pelaku mempelajari pemalsuaan dokumen/surat tersebut dari media sosial. Kemudian, terduga pelaku membeli alat–alat secara online. Usai membuat dokumen/surat palsu, kata Sampson, terduga pelaku memasarkan melalui akun FaceBook miliknya, dengan biaya mulai dari Rp300 ribu sampai dengan Rp2 juta.

''Terduga pelaku membuat STNK dan BPKB diduga palsu tersebut, sesuai dengan pesanan yang mayoritas dijual keluar Provinsi Bengkulu,'' kata Sampson, Rabu (5/10/2022).

Dari terduga pelaku berhasil diamankan barang bukti, berupa 1 unit printer merek Epson warna hitam dengan serial : x9lu144159, 1 unit printer merek Canon warna hitam dengan serial : mg2570s. Lalu, 1 unit printer merek Hp warna hitam putih dengan serial : cncky01967, 1 unit cpu merek raptor warna hitam dengan serial : s/n:z6eplm11. Kemudian, 1 unit mesin pres merek secure instant ii warna putih dengan serial : 112100386, 1 unit keoyboard merek acer warna hitam silver dengan serial : c0805016536, 1 unit keoyboard merek jeoang warna hitam silver.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selanjutnya, 1 unit monitor merek acer warna hitam dengan serial : etlp80d0292170e4fc8506, 1 unit monitor merek acer warna hitam silver dengan serial : etlnf0803621713e4d4240, 2 buah plat nopol BD 6187 WAD. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan, 1 buah alas potong kertas warna hijau ukuran a3, 2 bundel kertas hvs a4 100 gram warna cream, 5 bundel kertas karton 100 gram, 1 bundel amplop warna coklat.

Lalu, 1 bundel potongan kertas hvs a4 100 gram warna cream, 1 buah bantalan cap merah merek bazic, 1 buah tinta epson 40 ml warna hitam, 1 buah tip-x warna biru 12 ml merek cover up.

Polisi juga mengamankan, 1 buah lem kertas 30 ml merek el-pro, 1 buah stempel tanggal merek basic, 1 buah stempel lunas merek basic, 1 buah senter yuvi warna silver, 1 buah lem glukol merek greebel warna merah putih. Kemudian, 1 buah cutter potong merek rotary cutter warna oren, 1 buah cutter kecil warna kuning merek olfa, 1 buah gunting warna oren, 1 buah tang stenlis bolong warna silver, 1 buah cutter pen warna silver.

Selain itu, polisi juga mengamankan, 2 buah gunting warna hitam, 1 bundel plastik klip stnk, 6 gulung hologram, 25 bpkb sepeda motor asli, 1 bpkb sepeda motor di duga palsu. Lalu, 18 paktur kendaraan bermotor yang dikeluarkan PT. Yamaha indonesia motor mfg, 5 lembar stnk sepeda motor yang diduga palsu, 8 lembar STNK mobil yang diduga palsu, 5 lembar STNK kosong yang diduga palsu,

Serta 9 lembar STNK kosong yang belum digunting diduga palsu, 1 buah ATM BCA, 1 unit HP merk oppo type a74 warna hitam, 1 buah ATM mandiri, 1 buah flashdisk 32Gb, 1 unit hp oppo reno 6 warna hitam.

''Terduga pelaku dikenakan Pasal 263 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana selama – lamanya 6 tahun penjara,'' pungkas Sampson.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini