Share

Biden: Dunia Hadapi Risiko 'Kiamat Nuklir' Tertinggi Sejak 1962

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682479 biden-dunia-hadapi-risiko-kiamat-nuklir-tertinggi-sejak-1962-tRGvy94ZwT.JPG Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggunakan senjata nuklir mengancam akan membawa risiko terbesar sejak Krisis Rudal Kuba pada masa Perang Dingin. 

BACA JUGA: Melihat Kekuatan Nuklir Rusia, 6.400 Hulu Ledak Siap Ditembak dari Darat, Laut, dan Udara

Gedung Putih telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak melihat indikasi bahwa Rusia sedang bersiap untuk menggunakan senjata nuklir meskipun apa yang disebutnya sebagai “ancaman penggunaan nuklir”.

Tetapi Biden pada Kamis, (6/10/2022) menjelaskan bahwa dia mengawasi Putin dan bagaimana dia mungkin bereaksi ketika militer Ukraina membuat keunggulan melawan pasukan Rusia.

"Untuk pertama kalinya sejak Krisis Rudal Kuba, kita memiliki ancaman langsung terhadap penggunaan senjata nuklir, jika kenyataannya hal-hal terus berlanjut di jalur yang telah mereka lalui," kata Biden dalam acara donor Partai Demokrat di New York, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Zelensky: Putin Tidak Menggertak Tentang Ancaman Nuklir Rusia 

Dia juga mengatakan, "kita belum menghadapi prospek Kiamat sejak (pemerintahan Presiden) Kennedy dan krisis rudal Kuba."

Dalam Krisis Rudal Kuba 1962, Amerika Serikat di bawah Presiden John Kennedy dan Uni Soviet di bawah pemimpinnya, Nikita Khrushchev, nyaris menggunakan senjata nuklir atas kehadiran rudal Soviet di Kuba.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Putin, kata Biden, "tidak bercanda ketika dia berbicara tentang potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata biologi atau kimia, karena militernya, bisa dibilang, secara signifikan berkinerja buruk."

“Saya tidak berpikir ada hal seperti kemampuan untuk dengan mudah (menggunakan) senjata nuklir taktis dan tidak berakhir dengan Kiamat,” kata Biden.

Biden mengatakan dia dan para pejabat AS sedang mencari jalan keluar diplomatik.

"Kami mencoba mencari tahu apa yang menjadi kelemahan Putin... Di mana dia menemukan jalan keluar? Di mana dia menemukan dirinya dalam posisi yang tidak dia inginkan, tidak hanya kehilangan muka tetapi juga kehilangan kekuatan signifikan di Rusia," kata Biden.

Biden berbicara di rumah pengusaha James Murdoch di New York, putra taipan media konservatif Rupert Murdoch. Biden diyakini berusaha meningkatkan peluang partainya dalam pemilihan kongres 8 November dengan acara ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini