Share

Polisi Ukraina Temukan 534 Jenazah Warga Sipil dan Bukti Penyiksaan di Wilayah yang Direbut Kembali dari Rusia

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 08 Oktober 2022 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 08 18 2683157 polisi-ukraina-temukan-534-jenazah-warga-sipil-dan-bukti-penyiksaan-di-wilayah-yang-direbut-kembali-dari-rusia-0J1LVb9sc6.jpg Polisi Ukraina temukan 534 jenazah warga sipil di wilayah yang direbut kembali dari Rusia (Foto: The New York Times)

KHARKIV - Polisi Ukraina telah menemukan 534 jenazah warga sipil di wilayah yang direbut kembali oleh Angkatan Darat Ukraina sejak awal September lalu. Hal ini diungkapkan Serhii Bolvinov, Kepala departemen investigasi kepolisian regional di Kharkiv, saat jumpa pers pada Kamis (6/10/2022).

Jenazah itu termasuk 226 wanita dan 19 anak-anak. Sebagian besar mayat sipil yang ditemukan — 447 — ditemukan di situs pemakaman massal di Izium.

Polisi juga menemukan 22 lokasi yang mereka duga digunakan sebagai ruang penyiksaan di wilayah Provinsi Kharkiv yang baru-baru ini dibebaskan dari kendali Rusia, katanya. Penyidik telah mengumpulkan dokumen dan bukti lain dari lokasi dan kesaksian saksi, termasuk dari mantan tahanan.

Baca juga:  Jenazah 2 Anak Ditemukan di Koper yang Dibeli Secara Lelang, Polisi Gelar Penyelidikan

“Unit-unit Rusia mendirikan tempat-tempat penahanan warga sipil dan tawanan perang seperti itu di hampir semua pemukiman tempat mereka berada,” terangnya, dikutip The New York Times.

Pasukan Ukraina telah merebut kembali hampir 500 kota dan desa sejak 7 September lalu dalam serangan balasan yang mendorong pasukan Rusia keluar dari sebagian besar Provinsi Kharkiv setelah hampir tujuh bulan pendudukan.

 Baca juga: Serangan Rudal Rusia Hantam Konvoi Warga Sipil, Tewaskan Setidaknya 23 Orang

“Teknik penyiksaan yang paling umum adalah sengatan listrik dan pemukulan parah dengan tongkat dan benda lain,” lanjutnya.

“Ada kasus mencabut paku dan menggunakan masker gas untuk membatasi pernapasan,” ujarnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagian besar korban adalah warga yang ditahan karena melanggar jam malam atau dituduh sebagai pengintai sasaran serangan artileri Ukraina.

Bolvinov mengatakan dalam satu contoh, seorang pensiunan dari Izium bepergian ke luar kota tetapi kemudian kembali karena alasan pribadi. Setelah serangan artileri Ukraina di Izium pada 29 Agustus lalu. pensiunan itu ditahan di rumahnya dan dibawa ke kantor polisi setempat, yang digunakan pasukan Rusia sebagai markas militer. Bangunan tersebut merupakan salah satu lokasi yang diselidiki sebagai ruang penyiksaan.

"Orang-orang yang berbicara dengan aksen Rusia menuntut untuk mengetahui kepada siapa dia memberikan koordinat," ujarnya, membaca dari catatan saksi.

Dia menjelaskan, mereka memukul pensiunan itu dengan selang, mematahkan lengannya, dan mendorong jeruji logam dari roda sepeda ke bawah kulitnya di area tulang belikatnya. Setelah dua jam disiksa, pria itu kehilangan kesadaran karena rasa sakit.

Polisi juga sedang menyelidiki sebuah kasus di desa Pisky-Radkivski, sebelah timur Izium, di mana sekelompok sekitar 10 tentara Rusia, termasuk seorang komandan, mendirikan markas di sebuah rumah pribadi. Mereka menyita rumah dan dua mobil dari seorang warga.

“Kami memiliki saksi yang mendengar jeritan dari ruang bawah tanah, meminta bantuan,” ujarnya.

“Kadang-kadang, setelah jeritan, penduduk setempat mendengar semburan tembakan, setelah itu jeritan berhenti,” lanjutnya.

Di ruang bawah tanah rumah, polisi menemukan tali, jaket tentara Ukraina, masker gas, dildo, dan wadah plastik dengan gigi palsu dan gigi emas. Penyelidik juga menemukan catatan kesaksian oleh tahanan Ukraina.

Bolvinov mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki apakah gigi tersebut merupakan bukti penyiksaan atau diambil dari praktik dokter gigi. Gigi tersebut telah dikirim untuk analisis DNA.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini