Share

Serangan Rudal Rusia Hantam Konvoi Warga Sipil, Tewaskan Setidaknya 23 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 September 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 18 2678289 serangan-rudal-rusia-hantam-konvoi-warga-sipil-tewaskan-setidaknya-23-orang-yZVQvxByqN.jpg Mobil yang rusak dan ditinggalkan akibat serangan rudal di Zaporizhzhia, Ukraina, 30 September 2022. (Foto: Reuters)

ZAPORIZHZHIA – Tembakan rudal menghantam pasar mobil di Ukraina selatan pada Jumat, (30/9/2022) menewaskan setidaknya 23 orang dalam konvoi kendaraan sipil dan meninggalkan mayat-mayat berlumuran darah berserakan di tanah dalam serangan yang oleh pejabat setempat dituduhkan pada Rusia.

Konvoi itu berkumpul di pasar mobil di tepi kota Zaporizhzhia, bersiap untuk meninggalkan wilayah Ukraina untuk mengunjungi kerabat dan mengirimkan pasokan di daerah yang dikendalikan oleh Rusia, kata saksi mata dan pejabat Ukraina.

Jendela-jendela mobil pecah akibat dampak serangan rudal, dan sisi-sisinya terkena pecahan peluru, kata seorang saksi mata Reuters.

Satu tubuh bersandar dari kursi pengemudi ke kursi penumpang mobil kuning, tangan kiri masih memegang setir.

"Sejauh ini, 23 tewas dan 28 terluka. Semua warga sipil," tulis Oleksandr Starukh, gubernur regional Zaporizhzhia di aplikasi pesan Telegram, sebagaimana dilansir Reuters.

"Para penjajah menyerang Ukraina yang tak berdaya. Ini adalah serangan teroris lain oleh negara teroris."

Kolonel Polisi Sergey Ujryumov, kepala unit penimbunan bahan peledak dari departemen kepolisian Zaporizhzhia mengatakan pasar itu dihantam oleh tiga rudal S300.

"Orang-orang yang tertembak sebagian besar berada di dalam mobil mereka atau di sebelah mereka. Ada serangan lain, lebih dari 10. Anda akan diberitahu tentang mereka nanti," katanya kepada wartawan di tempat kejadian.

Ujryumov mengatakan kepada Reuters bahwa militer Rusia "tahu bahwa kolom dibentuk di sini untuk pergi ke wilayah pendudukan. Mereka memiliki koordinat.

"Ini bukan serangan kebetulan. Ini benar-benar disengaja," katanya.

Rusia, yang menginvasi Ukraina pada 24 Februari, membantah sengaja menyerang warga sipil.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Vladimir Rogov, seorang pejabat di pemerintahan yang didirikan Rusia di wilayah Zaporizhzhia, menyalahkan serangan itu pada pasukan Ukraina.

"Dua puluh tiga orang tewas ... dalam serangan Ukraina terhadap konvoi mobil di pintu keluar ke bagian wilayah Zaporizhzhia yang dibebaskan," tulisnya di Telegram.

Kendaraan-kendaraan itu penuh sesak dengan barang-barang milik penumpang, selimut, dan koper.

Lembaran plastik menutupi tubuh seorang wanita dan pria muda di dalam mobil hijau. Seekor kucing mati tergeletak di sebelah pemuda di kursi belakang.

Dua mayat tergeletak di sebuah mini-van putih di depan mobil lain, jendelanya pecah dan sisi-sisinya dipenuhi pecahan peluru.

Mayat seorang wanita tua tergeletak di dekatnya, tas belanjaannya di sebelahnya.

Seorang wanita yang menyebut namanya sebagai Nataliya mengatakan dia dan suaminya telah mengunjungi anak-anak mereka di Zaporizhzhia.

"Kami kembali ke ibu saya yang berusia 90 tahun. Kami telah diselamatkan. Ini keajaiban," katanya, berdiri dengan suaminya di samping mobil mereka.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini