Sebagian besar korban adalah warga yang ditahan karena melanggar jam malam atau dituduh sebagai pengintai sasaran serangan artileri Ukraina.
Bolvinov mengatakan dalam satu contoh, seorang pensiunan dari Izium bepergian ke luar kota tetapi kemudian kembali karena alasan pribadi. Setelah serangan artileri Ukraina di Izium pada 29 Agustus lalu. pensiunan itu ditahan di rumahnya dan dibawa ke kantor polisi setempat, yang digunakan pasukan Rusia sebagai markas militer. Bangunan tersebut merupakan salah satu lokasi yang diselidiki sebagai ruang penyiksaan.
"Orang-orang yang berbicara dengan aksen Rusia menuntut untuk mengetahui kepada siapa dia memberikan koordinat," ujarnya, membaca dari catatan saksi.
Dia menjelaskan, mereka memukul pensiunan itu dengan selang, mematahkan lengannya, dan mendorong jeruji logam dari roda sepeda ke bawah kulitnya di area tulang belikatnya. Setelah dua jam disiksa, pria itu kehilangan kesadaran karena rasa sakit.
Polisi juga sedang menyelidiki sebuah kasus di desa Pisky-Radkivski, sebelah timur Izium, di mana sekelompok sekitar 10 tentara Rusia, termasuk seorang komandan, mendirikan markas di sebuah rumah pribadi. Mereka menyita rumah dan dua mobil dari seorang warga.
“Kami memiliki saksi yang mendengar jeritan dari ruang bawah tanah, meminta bantuan,” ujarnya.