Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Kanjurahan, Menko PMK Duga Gas Air Mata Jadi Penyebabnya

Widya Michella , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |15:31 WIB
Tragedi Kanjurahan, Menko PMK Duga Gas Air Mata Jadi Penyebabnya
Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Widya M/MPI)
A
A
A

Dari sisi Kemenko PMK, Muhadjir menyatakan, pemerintah akan menanggung seluruh kerugian yang dialami korban. Baik bagi mereka yang mengalami cedera fisik dan psikis hingga meninggal ditanggung oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Santunannya itu yang bisa saya pastikan dari Kemensos, kemudian dari Pemprov jatim, kemudian untuk kabupaten/kota itu masih sebagian. Terutama yang di luar kabupaten/kota malang itu masih dalam konfirmasi,"tutur dia.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan korban-korban lainnya jika belum mendapatkan bantuan.

"Sehingga kalau ada mereka yg korban meninggal dunia belum dapat santunan itu, itu silakan lapor. Bisa lapor ke saya langsung ke kemenko pmk saja, terutama deputi yang membidangi yaitu deputi II bidang kebencanaan, bisa ke pemda setempat,"ujar dia.

Sebelumnya, Menko PMK bersama Mensos Risma memberikan santunan kepada 125 ahli waris yang terdata oleh Kemensos per Senin (3/10/2022) di Kota dan Kabupaten Malang yang mengalami tragedi tersebut. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta per korban dan paket sembako.

Dari peristiwa ini, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 131 orang. Dari total korban tersebut, 90 orang di antaranya laki-laki dan 40 orang perempuan. Kebanyakan korban adalah remaja rentang usia 12-24 tahun. Sementara satu korban masih balita berusia 4 tahun.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement