Share

Usai Membombardir Ukraina, Rusia Nyatakan Terbuka untuk Pembicaraan dengan Barat Tentang Perdamaian

Susi Susanti, Okezone · Rabu 12 Oktober 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 12 18 2685334 usai-membombardir-ukraina-rusia-nyatakan-terbuka-untuk-pembicaraan-dengan-barat-tentang-perdamaian-y3S8pc0d80.jpg Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: Reuters)

LONDON - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada Selasa (11/10/2022) bahwa Moskow terbuka untuk pembicaraan dengan negara Barat mengenai perang di Ukraina, sebuah klaim yang dibantah Washington sebagai "posturing" atau berpura-pura karena Rusia terus menyerang kota-kota Ukraina.

Dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah, Lavrov mengatakan Rusia bersedia untuk terlibat dengan Amerika Serikat (AS) atau Turki tentang cara untuk mengakhiri perang, sekarang dalam delapan bulan, tetapi belum menerima proposal serius untuk bernegosiasi.

Penekanannya pada penerimaan Rusia terhadap pembicaraan datang setelah serangkaian kekalahan yang menyakitkan sejak awal September yang telah mengayunkan momentum konflik demi Ukraina.

 Baca juga: Eskalasi Militer Rusia Bikin Geram Dunia, NATO: Putin Gagal di Perang Ukraina

Lavrov membantah pernyataan para pejabat, termasuk juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby yang mengatakan AS terbuka untuk pembicaraan tetapi Rusia menolak.

Baca juga: Terus Memantau, NATO Peringatkan Rusia Terhadap Serangan Infrastruktur Apapun di Ukraina

"Ini bohong," tegasnya, dikutip Reuters.

"Kami belum menerima tawaran serius untuk melakukan kontak,” lanjutnya.

Lavrov juga mengatakan Rusia tidak akan menolak pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden pada pertemuan puncak Kelompok 20 pada pertengahan November di Indonesia, dan akan mempertimbangkan proposal tersebut jika diterima.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami tidak pernah menolak pertemuan. Jika ada proposal, maka kami akan mempertimbangkannya," ungkapnya.

Mengomentari kemungkinan bahwa Turki dapat menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Barat, Lavrov mengatakan Moskow akan bersedia mendengarkan saran apa pun tetapi tidak dapat mengatakan sebelumnya apakah ini akan membuahkan hasil.

Dia mengatakan Presiden Turki Tayyip Erdogan akan memiliki kesempatan untuk mengajukan proposal kepada Presiden Rusia Vladimir Putin ketika keduanya mengunjungi Kazakhstan minggu ini.

Lavrov mencatat bahwa pembicaraan langsung antara Rusia dan Ukraina telah gagal pada akhir Maret lalu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengesampingkan pembicaraan dengan Putin setelah Rusia mengklaim pencaplokan bulan lalu atas empat wilayah Ukraina yang sebagian didudukinya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini