Share

Rusia Terbuka untuk Pembicaraan dengan Barat Terkait Perdamaian, AS: Hanya Berpura-pura

Susi Susanti, Okezone · Rabu 12 Oktober 2022 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 12 18 2685354 rusia-terbuka-untuk-pembicaraan-dengan-barat-terkait-perdamaian-as-hanya-berpura-pura-NiS9M4zQuI.jpg Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price (Foto: Reuters)

NEW YORK Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price mengatakan Washington memiliki "sangat sedikit kepercayaan" bahwa Rusia membuat tawaran yang sah untuk berbicara tentang perdamaian di Ukraina.

Hal ini terkait dengan karena komentar Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov yang mengatakan Moskow terbuka untuk pembicaraan dengan Barat mengenai perang di Ukraina. Pernyataan Lavrov ini datang beberapa jam setelah serangan rudal Rusia yang menewaskan warga sipil di Ukraina.

Dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah, Lavrov mengatakan Rusia bersedia untuk terlibat dengan AS atau Turki tentang cara untuk mengakhiri perang, sekarang dalam delapan bulan, tetapi belum menerima proposal serius untuk bernegosiasi.

Baca juga: Usai Membombardir Ukraina, Rusia Nyatakan Terbuka untuk Pembicaraan dengan Barat Tentang Perdamaian

AS membantah klaim ini sebagai "posturing" atau berpura-pura karena Rusia terus menyerang kota-kota Ukraina.

Baca juga:  Eskalasi Militer Rusia Bikin Geram Dunia, NATO: Putin Gagal di Perang Ukraina

"Kami melihat ini sebagai posturing. Kami tidak melihat ini sebagai tawaran konstruktif dan sah untuk terlibat dalam dialog dan diplomasi yang mutlak diperlukan untuk mengakhiri perang agresi brutal ini," ujar Price dalam jumpa pers regular, dikutip Reuters.

 Price menambahkan pembicaraan untuk mengakhiri perang pada akhirnya harus antara Ukraina dan Rusia.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Jika Rusia ingin memberi sinyal bahwa mereka serius tentang dialog dan diplomasi, mungkin langkah pertama yang baik adalah menghentikan jenis serangan brutal yang diikuti dengan apa yang tampaknya tidak lebih dari kata-kata kosong," katanya.

 Seperti diketahui, sedikitnya 19 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, ketika rudal Rusia menghantam wilayah di seluruh Ukraina, termasuk Kyiv tengah.

Serangan berlanjut hingga Selasa (11/10/2022), dan warga sipil disarankan untuk tinggal di tempat perlindungan serangan udara.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas serangan di jembatan utama yang menghubungkan Rusia dengan Krimea yang diduduki, di mana ia menyalahkan Ukraina.

Semengara itu, Pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko - sekutu dekat Putin - telah setuju untuk mengerahkan pasukan dengan tentara Rusia di perbatasan dengan Ukraina, mengatakan ini sebagai tanggapan atas ancaman dari Kyiv.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini