Jakarta mempertahankan ketahanan pangan warganya melalui penyediaan subsidi pangan dan penerima manfaat yang semakin luas. Terbukti, Indeks Ketahanan Pangan DKI Jakarta dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (2017-2021) secara konsisten berpredikat "Sangat Tahan".
2. Kesehatan untuk Kesejahteraan
Penyediaan Kartu Jakarta Sehat Plus dengan capaian Universal Health Coverage pada 2022 sebesar 98,54% dari target 100% merupakan pelengkap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kemudian peningkatkan layanan kesehatan warga melalui transformasi pelayanan RSUD di Jakarta.
3. Hunian Berkualitas
Pemprov DKI Jakarta berupaya menyediakan beragam jenis hunian berkualitas untuk meningkatkan taraf hidup warga Jakarta melalui integrasi program JAKHABITAT. Berbagai program layanan perumahan dan permukiman terjangkau dan berkualitas di Jakarta menjadi lebih mudah diakses oleh warga.
4. Pendidikan Merata dan Berkeadilan
Untuk memberikan kesempatan pendidikan yang sama, setara, dan berkeadilan untuk setiap peserta didik dari kalangan masyarakat tidak mampu di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan pendidikan berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus hingga Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
5. Inovasi Layanan Publik
Melalui Jakarta Smart City, Pemprov DKI Jakarta memiliki aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM) yang digunakan oleh para jajaran Pemprov untuk menyelesaikan aduan masyarakat. Transformasi digital juga dihadirkan melalui situs jakarta.go.id dan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
6. Reformasi Birokrasi
Pemprov DKI Jakarta memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian berturut-turut selama lima tahun. Perolehan Opini WTP ini merupakan penghargaan tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas akuntabilitas pengelolaan keuangan Pemprov DKI Jakarta. Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2021, misalnya, dengan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi mencapai BPK sebesar 86,65%, di atas capaian rata-rata nasional sebesar 80%.
7. Ruang Terbuka Hijau
Pemprov DKI terus menggalakkan pembangunan taman dan hutan kota. Sehingga, ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta pun semakin merata dan diminati oleh publik. Dalam lima tahun lebih dari 420 taman dibangun dan direvitalisasi, serta lebih dari 200.000 pohon ditanam.
8. Memuliakan Pejalan Kaki dan Pesepeda
Jakarta bukan lagi yang memprioritaskan kendaraan pribadi, tetapi juga pejalan kaki. Penataan yang dilakukan mengutamakan akses pejalan kaki dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Telah dibangun trotoar sepanjang 265 km, 103 km jalur sepeda, dan 67 bike sharing spots.
9. Moda Transportasi Terintegrasi