Di bawah payung JakLingko, Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan berbagai moda transportasi umum untuk memudahkan mobilitas warga. Integrasi yang dilakukan mulai dari integrasi fisik hingga integrasi tarif. Seperti Stasiun MRT Jakarta yang terhubung dengan Halte Transjakarta, Stasiun KRL, serta Stasiun LRT Jakarta yang terkoneksi dengan Mikrotrans dan bus Transjakarta, sehingga dapat menghubungkan warga ke mana saja.
10. Wujudkan Kota Beremisi Rendah
Pemprov DKI juga terus berkomitmen untuk mendukung berbagai upaya yang menjadikan Jakarta sebagai kota beremisi rendah, melalui pembangunan Sekolah Net Zero Carbon dan green building. Bangunan dengan konsep Net Zero Carbon ini adalah bangunan yang hemat energi saat beroperasi dan sebagian besar kebutuhan energinya dipasok dari sumber energi terbarukan.
11. Pengelolaan Sampah
Pemprov DKI Jakarta terus mempromosikan program Jakarta Sadar Sampah, mengajak warga untuk mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dari rumah. Sebanyak 50 persen RW di Jakarta telah mengangkut sampah terjadwal, selain 141.418 rumah tangga sudah memilah sampah. Inovasi dan kolaborasi bersama warga ini pun mampu menurunkan volume sampah di kota sebesar 24,85% pada 2021 dan 26% pada 2022.
12. Pengelolaan Limbah
Solusi permasalahan sanitasi dan air limbah juga dilakukan untuk mengurangi pencemaran air di Jakarta. Salah satunya dengan memanfaatkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman. Sistem SPALD mengalirkan air limbah domestik ke jaringan perpipaan agar tidak langsung meresap dan mencemari tanah. SPALD pun diharapkan mengurangi penyakit bawaan air (waterborne diseases) yang disebabkan oleh saluran drainase lingkungan yang kotor atau air tanah yang tercemar bakteri E. coli.
13. Ciptakan Wirausaha dan Lapangan Kerja Baru
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta berperan penting dalam perekonomian nasional. Dengan program Jakpreneur, Pemprov DKI Jakarta membuka banyak akses bagi para pengusaha UMKM, agar lebih mudah mengembangkan usaha dan memiliki keterampilan berwirausaha. Fasilitas yang diberikan berupa pelatihan bagi pelaku usaha, seperti fasilitas akses perizinan, pemasaran produk, pelaporan keuangan berbasis aplikasi, dan fasilitas kemudahan akses permodalan.
14. Peran Pemberdayaan Perempuan
Sejak 2019, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta dengan melibatkan 3.541 kader TP PKK Provinsi hingga kelurahan dan 76.114 kader Dasawisma yang merupakan bagian dari kader PKK. Para kader ini membantu mengolah data di tingkat rumah tangga dengan menggunakan aplikasi digital ‘CARIK JAKARTA’.
15. Fasilitas Olahraga dan Atraksi Seni
Kebahagiaan warga menjadi tolok ukur dalam membangun Jakarta menjadi kota yang lebih baik dari tahun ke tahun. Karena itu, sejak 2018 Pemprov DKI Jakarta mulai merutinkan Festival Olahraga dan Kesenian Sepanjang Tahun untuk mengembangkan pembinaan olahraga dan kesenian berbasis komunitas. Ditambah stadion olahraga bertaraf Internasional, Jakarta International Stadium (JIS), yang sudah rampung dibangun dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan warga Jakarta.
16. Jakarta Rumah bagi Semua Agama
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk bisa menjadi rumah bagi semua, sehingga merasakan kesetaraan dan kesempatan dengan memfasilitasi seluruh aspek terkait dengan kegiatan keagamaan. Bantuan sosial terus diberikan secara merata dan berkeadilan melalui dana hibah Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) yang dimulai sejak 2019. Program tersebut bertujuan meningkatkan manfaat tempat ibadah berbagai agama.
17. Pajak sebagai Instrumen Pemerataan dan Keadilan