SEMARANG – Sebanyak 351 rumah terdiri dari 403 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.615 jiwa menjadi korban terdampak banjir di wilayah barat Kota Semarang, Kamis (13/10/2022). Para korban banjir itu berada di wilayah Kelurahan Mangkang, Kecamatan Tugu dan Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
“Nihil korban (jiwa),” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Arief Rudianto, melalui siaran pers yang diterima MNC Portal, Kamis.
BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Dalami Kewenangan PSSI hingga PT LIB
Rinciannya di wilayah Kelurahan Mangkang Wetan ada 300 KK terdampak, mulai yang tinggal di wilayah RW1 hingga RW 7. Sebarannya, 53 KK di RW01, 21 KK di RW02, 83 KK di RW03, 17 KK di RW04, 21 KK di RW05, 19 KK di RW06 dan 86 KK di RW 07. Mereka menghuni total 300 rumah.
Sementara di wilayah Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan ada 51 rumah terdampak. Dari ratusan KK terdampak banjir, hanya ada 1 KK yang mengungsi ke rumah ketua RW setempat.
BACA JUGA:Cabut Laporan KDRT Rizky Billar, Polri: Hak Lesti
“Kerugian bersifat ringan dan kondisi terakhir air sungai masih menggenangi rumah-rumah warga,” lanjutnya.
Walaupun hujan sudah berhenti, sebutnya, namun tetap ada upaya tindaklanjut dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diperkuat pemangku wilayah perangkat wilayah mulai dari Lurah, Camat, Babinsa TNI, Bhabinkamtibmas Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama maupun relawan KSB, KATANA serta PMI dan RS Wongsonegoro serta masyarakat terdampak untuk meringankan beban korban terdampak bencana.
Dari ribuan jiwa yang terdampak banjir, dibutuhkan yang diperlukan adalah sembako, selimut, matras, dapur umum, penyemprotan lumpur dan bantuan air bersih.
“Kami sudah koordinasi lintas OPD, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem seperti angin kencang, longsor hingga hujan lebat yang berpotensi terjadinya banjir susulan,” sambung Arif Rudianto.