Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemprov DKI Apresiasi Sumbangsih Kolaborator untuk Kemajuan Kota Jakarta

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Senin, 17 Oktober 2022 |18:06 WIB
Pemprov DKI Apresiasi Sumbangsih Kolaborator untuk Kemajuan Kota Jakarta
Pemprov DKI Jakarta membangun dan memajukan kota Jakarta dengan semangat kolaborasi bersama seluruh komponen masyarakat. Dok Pemprov DKI Jakarta
A
A
A

Pemprov DKI terus membangun Jakarta untuk menjadikannya sebagai kota berskala global di Asia Tenggara, bahkan dunia. Perkembangan kota Jakarta yang signifikan saat ini, tidak terlepas dari peran aktif para kolaborator, seperti pakar, universitas, sektor privat, international think-tank, serta Non-Governmental Organization (NGO) yang amat banyak dan beragam.

Kontribusi para kolaborator melalui semangat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta sangat penting, untuk memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, infrastruktur, maupun kesehatan. Pemprov DKI yang mengusung misi 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya', melibatkan masyarakat untuk bekerja sama, sehingga target Jakarta menjadi City 4.0 dapat tercapai.

Karena itu, Pemprov DKI mengadakan Festival Kolaborasi Jakarta 2022 di Taman Fatahillah, Batavia Kota Tua, yang puncaknya pada Minggu malam, 2 Oktober 2022 lalu. Kegiatan tersebut dihadiri para kolaborator yang selama ini bekerja sama dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Festival ini mengangkat perubahan wajah kota Jakarta. Salah satu perubahan yang sudah dapat dinikmati masyarakat adalah integrasi transportasi berbasis TOD (Transit Oriented Development).

Begitu pula dengan Kawasan Kota Tua yang sudah kembali pada namanya semula: Batavia. Kota Tua kini telah hadir dengan wajah baru yang mengubah jalur kendaraan pribadi dan umum menjadi jalur pedestrian.

Festival Kolaborasi Jakarta menjadi momen tersendiri bagi masyarakat. Kawasan Kota Tua yang menyimpan banyak nilai sejarah ini juga menjadi ruang ketiga yang dapat menghimpun masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berkolaborasi dalam festival.

Sedangkan para pedagang di bazarnya merupakan binaan Jakpreneur (Jakarta Enterpreneur), platform pengembang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) milik Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Pratama, menyatakan, pihaknya mengajak warga Ibu Kota untuk merayakan serta merasakan pengalaman yang ada di Jakarta.

“Harapannya, festival ini menjadi wadah bertemunya warga Ibu Kota untuk saling berinteraksi dan merasakan pengalaman yang berbeda di ruang ketiga, yaitu Kota Tua dengan beragam atraksi menarik oleh komunitas warga kota hingga artis ternama,” ujarnya.

Menurut Andhika, semangat kolaborasi ini perlu terus ditumbuhkan, bukan hanya surut dalam sebuah narasi semata. “Kami percaya bahwa semangat kolaborasi hendaknya tidak surut pada narasi semata, harus terus ditumbuhkan dan dijaga bersama sehingga terus bernyawa,” ujarnya.

 

Pemprov DKI Jakarta akan terus bekerja sama dengan para stakeholders dalam membangun kota Jakarta. dok. Pemprov DKI Jakarta

Kolaborator untuk Jakarta Lebih Baik

Kolaborasi Pemprov DKI dengan para kolaborator tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di Jakarta, namun juga membentuk kota ini agar mampu bersaing dengan kota-kota maju di negara-negara lain, baik dalam bidang pendidikan, infrastruktur, ekonomi, teknologi, sosial, maupun kesehatan.

Menurut Shinta Khamdani, Young Organization President (YOP) Indonesia, organisasi yang dipimpinnya selalu berkolaborasi dengan Pemprov DKI dalam membangun kota Jakarta. "Organisasi kami berkolaborasi dengan Pemprov DKI dan warga di Kampung Tanah Merah dalam menjalankan program Kampung Asuh, yang bertujuan untuk memberdayakan warga dan membangun infrastruktur penyediaan air bersih, sanitasi, pengadaan tempat pembuangan sampah, drainase, serta perbaikan jalan," ungkapnya.

YOP merupakan komunitas pengusaha yang mengadopsi beberapa kampung di Jakarta untuk dijadikan anak asuh selama beberapa tahun ke depan. Bentuk dukungannya berupa pengembangan pendidikan, infrastruktur, sosial dan budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program Kampung Asuh selain berlokasi di Tanah Merah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kelurahan Tugu Selatan, dan Kelurahan Kelapa Gading, Jakarta Utara, juga akan dilaksanakan di beberapa kampung lainnya.

Kolaborasi membangun kota Jakarta pun dilakukan Diana Dewi, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta. Menurutnya, dengan adanya kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan kolaborator, akan semakin membuat pembangunan di DKI Jakarta terus berkesinambungan. "Tentunya pengusaha tidak hanya berbicara bagaimana mendapatkan profit-profit, tapi menyadari bahwa pengusaha juga wajib membangun kota Jakarta,” ucapnya.

Menurut Niken Prawestiti, Co-Founder Komunitas Ayo Ke Taman, Pemprov DKI selalu melibatkan warga dalam membangun kota Jakarta, khususnya ketika menata taman kota. "Warga dapat menyumbang ide-idenya. Seperti, ide soal fasilitas yang ada di taman kota. Nah, ide-ide tadi kemudian dipenuhi Pemprov DKI Jakarta, sehingga warga nyaman saat ke taman, karena didukung fasilitas memadai," jelasnya.

Terkait penanganan Covid-19 yang cukup sukses di Jakarta, epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengungkapkan, ibu kota sebagai episentrum. Artinya, setiap ada temuan atau varian baru, pasti adanya di Jakarta. Karena itulah, Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan vaksinasi untuk menekan laju penyebaran Covid-19, dari tenaga medis, lansia, hingga masyarakat sipil. "Saya mengatakan, kalau kita sukses menangani pandemi di Jakarta, kita bisa sukses menangani pandemi di kota lainnya," jelasnya.

Berbagai kolaborasi yang telah berjalan tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan Jakarta, tetapi juga membentuk Jakarta menjadi kota yang lebih maju. Salah satu bentuknya adalah kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan berbagai komunitas, untuk menciptakan kota yang sesuai dengan kebutuhan warganya.

Seperti pembuatan papan informasi berupa penanda (signage) dan penunjuk arah (wayfinding) di beberapa halte Transjakarta sejak Agustus 2019. Papan informasi tersebut merupakan buah dari kolaborasi dengan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), yang didukung Dinas Perhubungan, PT Transportasi Jakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, serta komunitas kreatif Kreavi.

Kolaborasi dilakukan pula dengan komunitas-komunitas Jakarta lainnya. Misalnya pembangunan skatepark di Taman Maju Bersama yang melibatkan komunitas skateboard dan BMX dalam perancangannya serta pembangunan arena parkour bersama komunitas parkour.

Pemprov DKI melalui Jakarta Smart City pun telah bekerja sama dengan perusahaan digital untuk sama-sama memecahkan berbagai permasalahan melalui Start-up+Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan delapan perusahaan digital, yakni Nodeflux, duithape, Botika, Gojek, Grab, Bukalapak, Tokopedia, serta Shopee.

Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak mendorong perkembangan smart economy dengan mempromosikan UMKM DKI Jakarta dalam ranah digital. Sedangkan Nodeflux, sebagai emerging startup yang berfokus pada artificial intelligence, membantu Jakarta dengan License Plate Recognition yang dapat membantu mengenali dan membaca plat nomor kendaraan untuk penerapan E-tilang.

(Fitria Dwi Astuti )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement