JAKARTA - Masa tugas Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta telah berakhir. Anies akan digantikan oleh Heru Budi Hartono, Kepala Sekretariat Presiden yang hari ini akan resmi didapuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.
Heru Budi Hartono akan dilantik Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta pada pukul 08.30 WIB, di gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri.
BACA JUGA:Dinilai Ikhlas dan Jujur, Ratusan Ojek Jember Dukung Prabowo Jadi Presiden 2024
Ia akan mengemban posisi tersebut, setidaknya hingga jabatan gubernur definitif ditentukan melalui Pilkada 2024.
Heru Budi Hartono bukanlah orang baru di pemerintahan. Sosok pria berusia 56 tahun ini sudah lama malang melintang mengisi sejumlah jabatan di pemerintah provinsi DKI Jakarta.
BACA JUGA:Tim Siluman Diterjunkan Kawal Sidang Ferdy Sambo Cs
Heru mengawali kiprahnya sebagai Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara pada 1993. Karirnya lantas kian menanjak, karena beberapa tahun kemudian ia menduduki sejumlah posisi kepala bagian.
Pada 2013 misalnya, Heru didapuk sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pada saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta adalah sosok yang memberikan kepercayaan lebih kepada Heru Budi Hartono.
Karirnya sejak saat itu semakin menanjak, karena satu tahun setelahnya ia ditunjuk sebagai Wali Kota Jakarta Utara. Namun, jabatan tersebut hanya diemban satu tahun, sebelum akhirnya ia kembali ke Pemprov DKI dan menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.
Kemudian pada 2017, Heru ditunjuk sebagai Kepala Sekretariat Presiden dan kembali bekerja di bawah Jokowi dengan naungan atap yang berbeda. Lima tahun berada di Istana, Heru pun akhirnya kembali ke 'rumah' yang telah membesarkan namanya sebagai seorang pejabat publik.
Jokowi sendiri telah buka suara alasan di balik keputusannya menunjuk Heru Budi Hartono sebagai Pj gubernur DKI Jakarta. Jokowi mengaku sudah cukup lama mengenal Heru Budi Hartono saat keduanya bekerja di Pemprov DKI Jakarta.
"Saya tahu betul rekam jejak secara bekerja, kapasitas, kemampuan saya tahu semuanya. Komunikasinya sangat baik dengan siapapun," kata Jokowi.