Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Reformasi Kultural Polri Tak Semudah Membalikan Telapak Tangan

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Senin, 17 Oktober 2022 |18:57 WIB
 Reformasi Kultural Polri Tak Semudah Membalikan Telapak Tangan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: dok Polri)
A
A
A

Setiap personel kepolisian harus menanamkan dan memaknai hal-hal yang baik dalam sanubarinya ketika menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Turun, dengar dan serap aspirasi masyarakat harus terus menerus dilakukan.

Tak semua polisi tidak baik. Hanya segelintir oknum. Tetapi, oknum itu mewakili wajah dari keluarga besar Polri. Di negeri kita masih muncul idiom satu kesalahan akan menutup seribu kebaikan.

Karena itu, reformasi Polri harus diilhami oleh seluruh lapisan personel. Karena jika tak begitu maka, jauh panggang dari api.

"Saya kira mindset ini saja belum sepenuhnya tertanam di benak sebagian polisi di Indonesia," tambah Sahroni.

Publik dewasa ini rindu dengan taring Polri. Seperti menangkap buronan Djoko Tjandra, menjadi garda terdepan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19, membantu warga saat bencana alam, semangat memberantas praktik korupsi, menindak tegas seluruh pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat, memberangus peredaran narkotika, memberantas anarkisme, radikalisme dan terorisme.

Kita tentu harus jujur. Polri masih menjadi lembaga yang sangat dinantikan dan dibutuhkan. Bayangkan jika tak ada kepolisian. Negara bisa chaos dan aksi kriminalitas akan merajalela. Hal ini diamini oleh pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD.

"Saya ingin mengutip dan memodifikasi apa yang dikatakan ilmuwan Islam Ibnu Taimiyah, '60 tahun kamu mempunyai polisi yang jelek, jauh lebih baik daripada 1 malam saja tidak ada polisi," ucap Mahfud di Gedung DPR, Jakarta, Senin 22 Agustus 2022.

"Bayangin Bapak-bapak, enggak ada polisi satu malam mogok gitu, paginya sudah hilang negara itu. Karena ketika polisi mogok, yang mengurusi pembakaran enggak ada, pembunuhan enggak ada, besoknya hilang (negara)," Mahfud sekaligus akhiri.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement