Share

Mas Bechi Dituntut 16 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Bacakan Pleidoi 438 Halaman

Lukman Hakim, Koran Sindo · Senin 17 Oktober 2022 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 17 519 2688967 mas-bechi-dituntut-16-tahun-penjara-kuasa-hukum-bacakan-pleidoi-438-halaman-IqUk3cm4Ky.jpg Kuasa hukum Mas Bechi, Gede Pasek Suardika (Foto : MPI)

SURABAYA - Kuasa hukum terdakwa kasus asusila, Moch Subechi Azal Tsani alias Mas Bechi, Gede Pasek Suardika membacakan nota pembelaan atau pledoi setebal 438 halaman, usai kliennya dituntut 16 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Pembacaan nota pembelaan terdakwa oleh kuasa hukum dilakukan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (17/10/2022).

Ketika Pelakor jadi Pelapor. Judul ini lah yang dipilih oleh Mas Bechi. Pledoi ini berisi uraian fakta sidang termasuk soal awal mula kasus ini hingga masuk ke pengadilan.

"Kita urai dari semua fakta sidang termasuk awal mula kasus ini masuk ke pengadilan. Kita juga ungkap bagaimana ada sprindik 3 kali, P19 6 kali, padahal aturannya 3 kali harus SP3, kita ungkap juga," kata Gede Pasek.

Pihaknya ingin mengungkap adanya fakta sidang soal chattingan mesra korban ke terdakwa, serta adanya surat kebersediaan korban untuk menjadi istri Mas Bechi. "Ada juga surat bersedia menjadi istri terdakwa itu kita ungkap," tegasnya.

Pleidoi, kata dia, juga mengungkap soal adanya dua peristiwa dalam dakwaan. Khususnya soal peristiwa kedua tentang kejadian pukul 02.30 WIB. Di mana, ia menyebut di dalam dakwaan itu bertemu nama-nama orang-orang yang terkait dalam peristiwa.

"Namun, dalam sidang kemarin sampai tuntutan (peristiwa) hilang juga. Misalnya tiba-tiba korban dari pondok ke TKP jaraknya 40 menit tiba-tiba ada di TKP, kita minta jelaskan caranya gimana. Dituntutan itu hilang," ujarnya.

Ia menyebut, dalam pleidoi juga diuraikan mengenai pengakuan jaksa yang dalam tuntutannya menyebut mayoritas saksi mereka adalah saksi testimonium de auditu (kesaksian tentang hal yang didengar dari orang lain). Bahkan jaksa disebutnya meminta pada hakim agar memakai saksi-saksi tersebut meski dalam KUHAP hal itu diakuinya dilarang. "Jaksa jangan hanya jadi penuntut tapi juga sebagai penegak keadilan dan harus punya nurani," tambahnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini