JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai bahwa persoalan kandungan zat kimia pada gas air mata tidaklah penting dalam tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.
Dia mengatakan bahwa penembakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan membuat massa panik, dan berdesakan mencari jalan keluar, hingga akhirnya tewas.
"Saya nggak peduli sekarang seberapa besar kandungan kimia yang mematikan (dalam gas air mata), itu tidak penting," kata Mahfud saat menjawab pertanyaan dalam survei LSI secara daring, dikutip Jumat (21/10/2022).
"Karena bukan kimianya yang menyebabkan, tetapi penembakannya yang menyebabkan orang panik kemudian berdesak-desakan dan mati," sambungnya.
Baca juga: Mahfud MD Ragu Politik Uang Akan Hilang pada Pemilu 2024
Mahfud menilai bahwa mungkin memang gas air mata tidak menyebabkan kematian. Namun, penembakan gas tersebut yang menimbulkan kepanikan dan sesak nafas, sehingga korban jiwa berjatuhan.
Baca juga: Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Peragakan saat Penembakan Gas Air Mata
"Mungkin gas air matanya sendiri tidak menyebabkan kematian langsung, tetapi penyemprotan ke tempat-tempat tertentu menyebabkan orang panik, nafasnya sesak, lalu lari ke tempat yang sama, desak-desakan, mati. Jadi, penyebabnya ya gas air mata," katanya.