JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelisik aliran uang dugaan suap terkait penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. KPK menduga uang suap tersebut telah digunakan oleh Rektor Unila, Karomani (KRM) untuk kepentingannya.
Penggunaan uang suap oleh Karomani tersebut ditelisik penyidik KPK lewat seorang saksi. Saksi tersebut yakni, Manager Informa Furniture Lampung, Haditiya Rayi Setha. Karomani diduga menggunakan uang suap tersebut untuk membeli furniture.
"Haditiya Rayi Setha A (Manager Informa Furniture Lampung), saksi hadir dan didalami pengetahuannya di antaranya terkait adanya dugaan aliran penggunaan uang oleh tersangka KRM," kata Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding melalui pesan singkatnya, Jumat (21/10/2022).
BACA JUGA: Usut Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, KPK Panggil Dekan hingga Warek Unila
Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut yakni, Rektor Unila, Karomani (KRM).
Kemudian, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Andi Desfiandi, tersangka pemberi suap.
BACA JUGA:KPK Perpanjang Masa Penahanan Rektor Unila Dkk Selama 30 Hari
Saat ini, KPK baru merampungkan berkas penyidikan untuk tersangka Andi Desfiandi. Andi Desfiandi akan segera disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang Lampung.