JAKARTA - Presiden Ke-2 RI Soeharto memiliki sejumlah jenderal TNI yang menjadi kepercayaannya. Jenderal yang namanya terkenal tersebut memiliki kemampuan mumpuni.
Berikut tiga jenderal terkenal di era Orde Baru:
1. Benny Moerdani
Jenderal Benny Moerdani adalah salah satu orang kepercayaan Soeharto. Ia merupakan jenderal terkenal selama masa pemerintahan Soeharto. Bahkan, ia sering dijuluki sebagai anak emas Soeharto. Pria kelahiran Blora, 2 Oktober 1932 itu adalah Menteri Pertahanan dan Kemanan periode 1988 sampai 1993.
Benny adalah seorang jenderal intel yang memiliki karakter kuat. Ada satu kisah yang terkenal antara Soeharto dan Benny. Melansir iNews.id, Soeharto mengaku menyesal lantaran tidak mengikuti nasihat Benny.
Namun, tidak ada yang tahu pasti apa nasihat Benny tersebut. Penyesalan itu diungkapkan Soeharto saat menjenguk Benny di RSPAD Gatot Subroto pada Agustus 2004. Dua hari setelah kunjungannya, Benny dinyatakan meninggal dunia.
BACA JUGA:Kisah Benny Moerdani, Jabat Letnan Jenderal TNI Termuda di Era Presiden Soeharto
2. Yoga Sugama
Jenderal Yoga Sugama salah satu jenderal terkenal di masa Soeharto. Ia adalah tokoh intelijen Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Kepala BAKIN atau Badan Koordinasi Intelijen Negara era 1980-an. Yoga dikenal sangat jelas apabila memberikan informasi saat bertugas. Segala informasi yang ia sampaikan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Ia bahkan pernah menyarankan Soeharto untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden. Hal ini dilakukannya karena mendapat informasi intelijen dan memprediksi bahwa pemerintahan Soeharto akan hancur.
3. Ali Moertopo
Jenderal selanjutnya yang menjadi kepercayaan Soeharto adalah Letnan Jenderal Ali Moertopo. Melansir laman Kepustakaan Presiden Perpusnas, pria kelahiran Blora, 23 September 1924 ini pernah didapuk menjadi Menteri Penerangan (1978-1983), Deputi Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (1974-1978), dan Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (1974—1978). Ali adalah orang kepercayaan dan andalan Soeharto yang ahli dalam berstrategi.
Ia juga mempunyai kompetensi di bidang intelijen dan berperan melakukan modernisasi badan intelijen negara usia kejadian kelam di tahun 1965. Sementara itu, ia juga turut berpartisipasi mendirikan CSIS atau Center of Strategic and International Studies pada 1971.
Hasil penelitian CSIS mencakup dunia internasional dan menjadi acuan akademisi apabila ingin menganalisis kebijakan pemerintahan masa Soekarno.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.