JAKARTA - Anak terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman, Fikri Budiman buka-bukaan soal bisnis ayahnya Freddy Budiman. Fikri mengaku tidak mengetahui jika ayahnya bergelut di barang haram tersebut.
(Baca juga: Bandar Narkoba Freddy Budiman Meninggal Tersenyum Usai Ditembak, Ustadz Ini Beri Kesaksiannya)
Hal tersebut diutarakannya dalam Podcast Aksi Nyata Perindo dengan tema 'Memetik Hikmah Dibalik Kisah Freddy Budiman Sebelum Dieksekusi Mati', Senin (24/10/2022).
Ia menyebutkan, sebelum ramai pemberitaan tentang ayahnya, sepengetahuannya sang ayah merupakan pengusaha di bidang elektronik dan optik.
"Kalau aku tahunya bisnis bapak Hp dan kacamata, dan (bisnis) kacamata masih berjalan di Bangka Belitung," kata Fikri dalam podcast tersebut.
"Namanya Budi Optical, yang ngejalanin adik," sambungnya.
Fikri menuturkan, pada zamannya Budi Optical menjadi salah satu penguasa pasar. Hal itu lantaran pada saat itu belum banyak yang menekuni berbisnis di bidang Optical di Bangka Belitung.
Untuk bisnis elektronik berupa HP, Fikri pun menyebutkan ada bentuk fisiknya, bukan hanya cerita belaka. Menurutnya, usaha sang ayah satu ini berjualan di salah satu departemen store di Bangka Belitung dengan menggunakan tempat seluas 2x2 meter.
"Sebenarnya tidak ada rasa aneh," ujarnya.
Fikri melanjutkan, seiring bertambah usianya, ia mulai merasa ada keanehan dengan bisnis ayahnya. Menurutnya, dari dua bisnis yang sebelumnya disebutkan mengapa bisa menghasilkan uang sebanyak itu.

Momen pertama kali ia mengetahui bisnis ayah sesungguhnya pada saat acara kumpul keluarga di Surabaya pada 2012 lalu. Sesuai dengan tradisi di keluarganya, ia mengadakan pertemuan dengan keluarga besar dan pada saat itu memilih untuk menggelar makan malam di salah satu restoran chinese food di Surabaya.
Saat makan malam berlangsung, ia tidak merasakan keanehan apapun. Hal itu berubah saat ia menyaksikan presenter berita di salah satu stasiun Tv yang menyebut nama ayahnya, Freddy Budiman. Mendengar nama yang mirip dengan ayahnya ia pun fokus mendengarkan pemberitaan tersebut.
Saat fokus akan berita tersebut, ia mengaku sempat di ganggu oleh sang tante agar tidak menyimak pemberitaan yang dimaksud dengan menawarkan beberapa makanan yang tersaji. Ia pun tak menggubris tawaran tantenya hingga ia mendapati foto ayahnya ditampilkan di pemberitaan yang membahas bandar narkoba.