Baginya, semua itu adalah bagian dari dinamika politik pencalonan. Wajar untuk terus menimbang-nimbang. Dia dan Ganjar, lanjutnya, masih mengamati sebagaimana publik pada umumnya.
Namun, yang jauh lebih penting dari itu semua, ucapnya, adalah bahwa semua pihak harus bersama-sama mendorong agar proses pencalonan dapat berjalan secara bermartabat.
"Kita adalah warga bangsa yang berketuhanan, para pemimpin dan yang dipimpin wajib memegang adab demokrasi dan adab politik. Proses kandidasi presiden dan wakil presiden adalah proses memahami kebatinan rakyat, bukan otak-atik untuk mengakomodasi kepentingan masing-masing," tegasnya.
BACA JUGA:Tusuk Bocah Pulang Ngaji di Cimahi, Ical Ingin Punya Handphone karena Sering Diledek Temannya
TGB dan Ganjar pun membahas kondisi perekonomian Indonesia yang sempat terpukul pandemi Covid-19 dan ancaman ekonomi global. Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditelurkan Presiden Jokowi untuk menguatkan pondasi ekonomi nasional harus dilanjutkan.
Untuk itu, sambungnya, kohesi sosial mutlak perlu diperjuangkan terus-menerus oleh seluruh pimpinan baik pemerintahan, partai politik, organisasi keagamaan, kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan berbagai institusi formal atau informal untuk memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi.
"Pemulihan ekonomi pasca puncak pandemi adalah kerja jangka panjang yang perlu pemikiran-pemikiran jernih dan kerja keras nyata," ucapnya.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.