Share

Superyacht Seharga Rp8 Triliun Merapat, Afsel Tolak Sita Kapal Pesiar Mewah Oligarki Rusia yang Terkena Sanksi Barat

Susi Susanti, Okezone · Rabu 26 Oktober 2022 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 18 2694679 superyacht-seharga-rp8-triliun-merapat-afsel-tolak-sita-kapal-pesiar-mewah-oligarki-rusia-yang-terkena-sanksi-barat-qgoMax80EZ.jpg Afsel tolak sita kapal pesiar mewah milik oligarkis Rusia (Foto: AP)

CAPE TOWN - Afrika Selatan (Afsel) mengatakan akan mengizinkan oligarki Rusia yang terkena sanksi Barat untuk ‘merapatkan’ kapal pesiar super mewah atau superyacht-nya di Cape Town.

Kapal senilai USD521 juta (Rp8 triliun) milik Alexei Mordashov sekutu pemimpin Rusia Vladimir Putin, diketahui meninggalkan Hong Kong awal pekan ini.

Para pemimpin oposisi Afrika Selatan telah mendesak pemerintah untuk menyita kapal pesiar sepanjang 465 kaki (141 meter) yang disebut The Nord.

Namun juru bicara Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan dia melihat "tidak ada alasan" untuk mematuhi sanksi Barat.

 Baca juga: Italia Perintahkan Sita Kapal Pesiar Rp10 Triliun yang Terkait dengan Putin

"Afrika Selatan tidak memiliki kewajiban hukum untuk mematuhi sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE)," kata Vincent Magwenya kepada wartawan di Pretoria, Selasa (25/10/2022).

Baca juga: Prancis hingga Jerman Sita Kapal Pesiar Mewah Milik Oligarki Rusia, Ada yang Seharga Rp9 Triliun

"Kewajiban Afrika Selatan sehubungan dengan sanksi hanya berhubungan dengan yang secara khusus diadopsi oleh PBB," tambah Magwenya, mencatat bahwa Mordashov tidak berada di bawah sanksi yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Seperti diketahui, negara-negara Barat dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi pada lebih dari 1.000 individu dan bisnis Rusia sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Follow Berita Okezone di Google News

Pemerintah Ramaphosa sejauh ini menghindari kritik langsung terhadap Rusia, abstain dalam beberapa suara PBB yang secara tegas mengutuk perang tersebut. Pretoria juga menyerukan penyelesaian yang dinegosiasikan untuk mengakhiri konflik.

Pada Senin (24/10/2022), Wali Kota Cape Town Geordin Hill-Lewis - anggota partai oposisi Aliansi Demokratik - mendesak para pejabat untuk memblokir masuknya superyacht.

"Tidak ada tempat di kota kami untuk kaki tangan, dan pendukung perang, milik Putin,” cuitnya.

"Harus dikatakan bahwa sejauh ini, kebijakan luar negeri negara kita terkait dengan perang imperialis ilegal Rusia tidak kurang dari memalukan," tambahnya dalam pernyataan lebih lanjut.

"Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki beberapa kesalahan penilaian dan membela apa yang jelas benar,” ungkapnya.

Tidak jelas apakah Mordashov benar-benar berada di kapal. Berbicara kepada media lokal pada Minggu (23/10/2022), Hill-Lewis mengatakan bahwa miliarder itu bepergian dengan kapal pesiarnya.

Namun pekan lalu seorang juru bicara oligarki mengatakan kepada Bloomberg News bahwa dia telah berada di Moskow sejak kapal pesiarnya tiba di Hong Kong.

Sebelum perang, Mordashov dilaporkan adalah orang terkaya Rusia. Pria berusia 57 tahun itu memiliki kekayaan sekitar USD29,1 miliar (Rp454 triliun) melalui perusahaan baja dan pertambangannya Severstal.

Di awal konflik, dia menjadi sasaran sanksi Barat yang luas karena hubungannya dengan Putin. Tetapi miliarder itu mempertanyakan Langkah tersebut, dengan mengatakan bahwa dia tidak terlibat dalam politik Rusia dan hanya memiliki sedikit pengaruh dengan Kremlin.

Mordashov telah kehilangan salah satu kapal yang lebih kecil, Lady M sepanjang 215 kaki atau 65 meter akibat sanksi Barat setelah kapal itu disita polisi Italia pada Maret lalu.

Tapi The Nord diyakini sebagai aset kapal pesiar terbesarnya. Menurut Forbes, kapal itu lebih besar dari lapangan sepak bola dan digambarkan sebagai salah satu kapal paling mewah di dunia.

Tak lama setelah pecahnya konflik di Ukraina, kapal pesiar yang memiliki dua landasan helikopter, kolam renang, dan bioskop itu meninggalkan Seychelles menuju pelabuhan Vladivostok di Rusia timur. Langkah itu dipandang sebagai upaya untuk menghindari nasib Lady M.

Tetapi para ahli mengatakan pemilik kapal seperti Mordashov menghadapi masalah serius saat menemukan pelabuhan internasional yang mau menerima superyacht miliknya. Sebagian besar berada di Eropa, di mana kapal akan langsung disita.

Selain Afrika Selatan, pemerintah Hong Kong baru-baru ini menawarkan pembenaran serupa ketika menolak untuk mencegah masuknya superyacht. Kepala Eksekutif John Lee mengatakan kota itu akan bertanggung jawab atas sanksi PBB tetapi tidak "sepihak" yang dikenakan oleh "yurisdiksi individu".

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini