Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, penelitian dan inovasi khususnya di startup dan usaha kecil dan menengah, memainkan peran kunci sebagai mesin utama perekonomian selama pasca-pandemi. “BRIN dan mitra kolaboratif berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi timbal balik mereka dalam menjembatani penemuan dengan inovasi melalui keterlibatan global,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh menyampaikan bahwa ASEAN memiliki ekosistem startup yang dinamis dan menjanjikan.
“Meskipun pandemi, tahun lalu kami menyambut 25 unicorn baru sebagai startup terbesar yang muncul di ASEAN, dengan valuasi gabungan mereka sebesar USD 55,4 miliar,” jelasnya.
“Ini adalah bukti kepercayaan investor yang bertahan lama terhadap startup lokal kami. Keberhasilan penyelenggaraan The 1st ASEAN-India Start-up Festival melihat peluang untuk lebih memperkuat kerja sama ASEAN-India untuk mempercepat ekonomi startup," lanjutnya.
Duta Besar India untuk ASEAN Jayant Khobragade menunjukkan bahwa India telah muncul sebagai ekosistem terbesar ke-3 untuk startup secara global dengan lebih dari 77.000 startup yang diakui di seluruh negeri. Startup ini bertujuan untuk memberikan solusi kolektif di 56 sektor industri yang beragam dengan 13% dari layanan TI, 9% perawatan kesehatan, 7% pendidikan, dll. Ini telah menyebabkan pertumbuhan unicorn yang eksponensial di India.
Pada September 2022, India adalah rumah bagi 107 unicorn dengan nilai total USD 340 miliar. Dari total jumlah unicorn, 44 lahir pada tahun 2021 dengan nilai USD 93 miliar dan 21 unicorn sejauh ini pada tahun 2022 dengan nilai USD 26,99 miliar. India dengan demikian telah menjadi tempat berkembangnya startup.
Pemenang Start-up Pitch Battle dalam ASEAN India Start-up Festival 2022