Terbang perdana dan perolehan sertifikasi pesawat itu direncanakan dapat terlaksana di 2024, sehingga pesawat N219 diharapkan masuk pasar di 2025.
Pesawat N219, yang telah mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebanyak 44,69 persen, merupakan hasil kerja sama PTDI dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (sebelumnya LAPAN). Pada 16 Agustus 2017, telah dilakukan uji terbang perdana dan pada 10 November 2017 pesawat itu diberi nama "Nurtanio" oleh Jokowi.
Selanjutnya, pada 22 Desember 2020, pesawat itu berhasil memperoleh type certificate (TC) yang diterbitkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil.
Dalam hal ini, yang berwenang di wilayah Indonesia adalah Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan.