Share

Kerahkan Dana hingga Rp3 Miliar, PM Kanada Tuduh China Ikut Campur Tangan di Pemilu Secara Agresif

Susi Susanti, Okezone · Rabu 09 November 2022 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 18 2703885 kerahkan-dana-hingga-rp3-miliar-pm-kanada-tuduh-china-ikut-campur-tangan-di-pemilu-secara-agresif-0poR8siTp7.jpg PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Shutterstock)

KANADA - Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menuduh China berusaha ikut campur dalam pemilihan negara itu.

Trudeau menuduh Beijing memainkan "permainan agresif" dengan demokrasi dan menargetkan institusi Kanada.

"Kami telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk memperkuat integritas proses pemilihan dan sistem kami, dan akan terus berinvestasi dalam perang melawan campur tangan pemilu, melawan campur tangan asing terhadap demokrasi dan institusi kami," terangnya kepada wartawan, Senin (7/11/2022), dikutip BBC.

Baca juga:  PM Kanada: Sikap Putin Menandakan Kegagalan Invasi Rusia di Ukraina

“Sayangnya, kami melihat negara, aktor negara dari seluruh dunia, apakah itu China atau lainnya, terus memainkan permainan agresif dengan institusi kami, dengan demokrasi kami,” lanjutnya.

 Baca juga: PM Kanada: Kuburan Massal di Ukraina Bagian dari Kejahatan Perang Rusia, Harus Ada Tanggung Jawab

Tuduhan itu muncul ketika media lokal melaporkan bahwa intelijen Kanada mengidentifikasi "jaringan rahasia" kandidat yang didukung Beijing pada pemilihan baru-baru ini.

Para pejabat dilaporkan memberitahu Trudeau jika setidaknya 11 kandidat didukung oleh China dalam pemilihan federal 2019.

Mengutip pejabat intelijen yang tidak disebutkan namanya, penyiar lokal Global News melaporkan bahwa Beijing telah mengarahkan dana kepada para kandidat dan bahwa operasi China telah bertindak sebagai penasihat kampanye untuk banyak kandidat.

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam satu kasus, pendanaan dari China sebesar 250.000 dolar Canada (Rp3 miliar) diarahkan melalui kantor anggota parlemen provinsi yang berbasis di Ontario.

Operasi tersebut, yang dilaporkan diarahkan dari konsulat China di Toronto, juga berusaha untuk menempatkan operasi di dalam kantor anggota parlemen yang melayani dalam upaya untuk mempengaruhi kebijakan.

Selain itu, upaya juga dilakukan untuk "mengkooptasi dan korup" mantan pejabat Kanada dalam upaya untuk mendapatkan pengaruh dalam lingkaran politik.

Upaya campur tangan itu diyakini menargetkan kedua partai politik besar - partai Liberal pimpinan Trudeau dan partai oposisi Konservatif. Namun, tidak jelas apakah operasi itu berhasil.

Merespons hal ini, seorang juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan "tidak tertarik" dalam urusan internal Kanada.

Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan China tidak tertarik untuk ikut campur dalam pemilihan Kanada.

"Hubungan antar negara hanya dapat dibangun di atas rasa saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan," katanya dalam konferensi pers.

"Kanada harus berhenti membuat pernyataan yang melukai hubungan China-Kanada," tambahnya.

Laporan itu muncul setelah pihak berwenang mengatakan mereka sedang menyelidiki tuduhan bahwa China telah membuka kantor "polisi" tidak resmi di tanah Kanada.

Bulan lalu, Royal Canadian Mounted Police mengatakan mereka sedang menyelidiki laporan "aktivitas kriminal sehubungan dengan apa yang disebut 'kantor polisi'", yang juga telah dilaporkan di sejumlah negara Eropa.

Beberapa negara Uni Eropa, termasuk Irlandia dan Belanda, telah memerintahkan China untuk menutup pos polisi, yang dilaporkan telah digunakan untuk menekan penentang pemerintah agar kembali ke China dan menghadapi tuntutan pidana.

Media Belanda menemukan bukti bahwa apa yang disebut stasiun layanan luar negeri, yang berjanji untuk menyediakan layanan diplomatik, digunakan untuk mencoba membungkam para pembangkang China di Eropa.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini