JAKARTA - Banyak faktor yang menyebabkan beberapa kerajaan menjadi hancur, salah satunya adalah karena faktor perang saudara.
Okezone pun merangkum sejumlah kerajaan yang hancur akibat perang saudara. Berikut kisahnya.
1. Kerajaan Majapahit
Runtuhnya Kerajaan Majapahit disebabkan karena adanya perang saudara untuk memperebutkan takhta kekuasaan dari keturunan Hayam Wuruk. Perebutan takhta tersebut terjadi antara putri mahkota Kusumawardhani yang menikahi sepupunya sendiri, Pangeran Wikramawardhana, dengan putra dari selir Hayam Wuruk, yakni Wirabhumi. Hayam Wuruk ingin mewariskan takhtanya kepada Wikramawardhana. Namun, berpindahnya takhta kepada Wikramawardhana tersebut mendapat protes dari Wirabhumi, yang merupakan putra Hayam Wuruk.
Baca juga: Kisah Dua Putri Cantik Raden Wijaya Berkuasa di Kerajaan Majapahit secara Bersamaan
Akibatnya, terjadi Perang Paragreg. Paragreg diartikan sebagai berjalan setahap demi setahap dalam bahasa Jawa kuno. Karena perang saudara tersebut memang berlangsung selama bertahun-tahun. Akhirnya perang tersebut dimenangkan oleh Wikramawardhana. Wirabhumi yang mengalami kekalahan kemudian melarikan diri. Namun, ia berhasil ditangkap oleh Raden Gajah (Bhra Narapati) lalu mati dipenggal. Perang Paragreg ini menimbulkan banyak dampak bagi keberlangsungan Majapahit. Salah satunya, kerajaan Majapahit hancur di tangan Wikramawardhana.
Baca juga: Persoalan Hubungan Dua Agama di Masa Hayam Wuruk Cetuskan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
2. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak berdiri pada awal abad ke-16. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah, putra Raja Majapahit, yang memimpin Kerajaan Demak pada 1500 hingga 1518 M. Kerajaan Demak juga merupakan kerajaan Islam pertama dan menjadi pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Namun, Kerajaan Demak mengalami keruntuhan menjelang akhir abad ke-16. Keruntuhan Kerajaan Demak disebabkan karena adanya perang saudara antara Sunan Prawoto dan Arya Penangsang, sepupunya.