Awal mula perang saudara tersebut terjadinya saat Sunan Prawoto naik takhta untuk menggantikan ayahnya, Sultan Trenggono. Namun saat menjadi pemimpin, Sultan Prawoto kurang menjalankan perannya sebagai pemimpin Kerajaan Demak. Ia justru sibuk sebagai ahli agama. Akhirnya satu per satu daerah kekuasaan Kerajaan Demak melepaskan diri. Karena itu, Arya Penangsang muncul karena merasa bahwa dirinya lebih pantas untuk menjadi seorang raja.
Sejak awal, Arya memang sudah tidak setuju atas penobatan Sunan Prawoto menjadi raja karena dendam yang disimpannya atas kematian sang ayah. Atas perintah Sunan Prawoto, ayah Arya Penangsang yang bernama Pangeran Surowiyoto dibunuh agar memudahkan jalan Sultan Trenggono untuk memimpin kerajaan. Arya Penangsang berusaha untuk merebut kekuasaan Kerajaan Demak dari Sunan Prawoto. Perang antarsaudara tersebut berlangsung selama tiga tahun, sejak 1546-1549. Namun akhirnya, perang tersebut berakhir setelah Arya Penangsang mengalami kekalahan pada 1549.
3. Kerajaan Banten
Kerajaan Banten merupakan kerajaan Islam yang berdiri pada abad ke-16. Kerajaan Banten menjadi salah satu kerajaan yang memiliki peranan penting dalam perdagangan rempah sekaligus penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Setelah masa kejayaannya, Kerajaan Banten pun turut mengalami kemunduran yang disebabkan oleh perang saudara. Sekitar tahun 1680, terjadi perselisihan antara anak dari Sultan Ageng Tirtayasa yakni Sultan Haji yang berupaya untuk merebut kekuasaan dari tangan sang ayah, Sultan Ageng.
Perseteruan tersebut dimanfaatkan oleh VOC dengan memberikan dukungan kepada Sultan Haji. Akibatnya, Sultan Ageng terpaksa mundur dari istananya. Perang saudara yang berlangsung itu menyisakan ketidakstabilan dan menimbulkan konflik di masa pemerintahan berikutnya.
(Fakhrizal Fakhri )