JAKARTA - Baru-baru ini, muncul dugaan keras terkait masih adanya intimidasi terhadap keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Hal itu, diketahui saat keluarga korban akan bertolak ke Jakarta.
Menanggapi hal itu, penggiat HAM dan Pro Demokrasi, Haris Azhar mengatakan, adanya dugaan keras tersebut masih membuktikan bahwa masih ada orang di balik peristiwa itu untuk menutupi kasus tersebut.
BACA JUGA:Ukraina dan NATO Berselisih soal Rudal Hantam Polandia yang Disebutkan Zelensky
"Harusnya korban dilindungi dong bukan diintimidasi. Itu makin membuktikan banyak yang ingin menutup-nutupin peristiwa Kanjuruhan," ujar Haris usai menggelar diskusi KedaiKopi bertajuk 'Partai Politik Bisa Dibeli? Gosip Atau Fakta?, Minggu (20/11/2022).
Haris menambahkan, jika adanya sindikat menghalangi peristiwa tersebut, maka mereka bukan lagi disebut sebagai oknum. Namun, kata Haris, mereka adalah sindikat yang bermain di balik itu.
BACA JUGA:Anak Kedelapan Miliar Dilahirkan, Ini Urutan Kelima hingga Ketujuh Miliar
"Oknum itu kalau dia tidak setujui, kalau banyak orang dan banyak tempat, berarti itu operasi." tandasnya.
Sebelumnya, Pihak kepolisian disebut berbicara kepada keluarga korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang untuk mengusut kasus tersebut di Malang, Jawa Timur saja.