Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anak Muda China Ogah Bekerja di Pabrik, Gaji Rendah hingga Jam Kerja Tak Manusiawi Jadi Pertimbangan

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 21 November 2022 |12:22 WIB
Anak Muda China <i>Ogah</i> Bekerja di Pabrik, Gaji Rendah hingga Jam Kerja Tak Manusiawi Jadi Pertimbangan
Anak muda China enggan menjadi buruh pabrik karena alasan gaji hingga jam kerja yang tak manusiawi (Foto: Antara/Xinhua)
A
A
A

"Cepat atau lambat, kita perlu mendapatkan lebih banyak orang muda, tetapi itu sangat sulit. Pelamar akan melihat sekilas dan berkata 'tidak, terima kasih, itu bukan pekerjaan untuk saya',” lanjutnya.

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, badan manajemen makroekonomi China, dan kementerian pendidikan dan sumber daya manusia tidak membalas permintaan komentar.

 Sementara itu, pihak produsen mengatakan bahwa mereka memiliki tiga opsi utama untuk mengatasi ketidakcocokan pasar tenaga kerja: yaitu mengorbankan margin keuntungan untuk menaikkan upah; berinvestasi lebih banyak dalam otomatisasi; atau mengikuti gelombang decoupling yang dipicu oleh persaingan sengit antara China dan Barat dan beralih ke negara dengan tenaga kerja lebih murah seperti Vietnam atau India.

Namun semua pilihan itu sulit untuk diterapkan. Liu, yang menjalankan pabrik di rantai pasokan baterai listrik, telah berinvestasi pada peralatan produksi yang lebih canggih dengan pengukuran digital yang lebih baik. Dia mengakui bahwa pekerja yang lebih tua kesulitan untuk mengikuti ritme kerja cepat, atau saat membaca data di layar.

Liu, yang seperti kepala pabrik lainnya, menolak untuk memberikan nama lengkapnya agar dapat berbicara dengan bebas tentang perlambatan ekonomi China, mengatakan bahwa dia mencoba memikat pekerja yang lebih muda dengan upah 5% lebih tinggi, tetapi masih saja ditanggapi dengan dingin.

"Ini seperti adegan Charlie Chaplin," ujarnya, menggambarkan kinerja pekerjanya, mengacu pada sebuah adegan dalam film "Modern Times" pada 1936, tentang kecemasan pekerja industri AS selama Depresi Hebat. Tokoh utama, Little Tramp, yang diperankan oleh Chaplin, gagal mengencangkan baut pada sabuk konveyor.

Pembuat kebijakan China telah menekankan otomatisasi dan peningkatan industri sebagai solusi untuk tenaga kerja yang menua.

Federasi Robotika Internasional mengatakan negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu, di ambang penurunan demografis, menyumbang setengah dari instalasi robot pada 2021, naik 44% dari tahun ke tahun. Tetapi otomatisasi ada batasnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement