Share

Sejarah CIA, Badan Intelijen Milik Amerika Serikat

Nadilla Syabriya, Okezone · Selasa 22 November 2022 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 18 2712657 sejarah-cia-badan-intelijen-milik-amerika-serikat-XMDoRLXPyo.jpg Foto: Reuters.

JAKARTA - Central Intelligence Agency (CIA) merupakan badan intelijen milik pemerintah Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di Langley, Virginia. Sebagai lembaga eksekutif, CIA berada di bawah Director of National Intelligence.

Badan ini bertugas dalam hal mengumpulkan dan menganalisis informasi keamanan nasional dari seluruh dunia. Selain itu, mereka juga melaksanakan atau mengawasi aktivitas tertutup dan beberapa operasi atas permintaan Presiden Amerika Serikat.

BACA JUGA: Iran Eksekusi Mata-Mata CIA yang Terlibat dalam Kematian Jenderal Soleimani

CIA menggantikan Office of Strategic Services (OSS) yang dibentuk pada Perang Dunia II untuk mengoordinasikan aktivitas spionase rahasia Angkatan Bersenjata Amerika Serikat melawan kekuatan Poros. National Security Act of 1947 meresmikan keberadaan CIA dan menghapus fungsi polisi atau penegakan hukum di dalam maupun luar negeri.

Sebelum Adanya CIA

Melansir dari History, pemboman Jepang terhadap Amerika Serikat di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 membuat pemerintah kecewa karena militer AS seharusnya lebih siap atas penyerangan ini.

Memang sebelumnya, AS memiliki Intelijen Angkatan Laut dan FBI yang pernah berhasil memecahkan kode militer serta mengamati diplomat Jepang saat jelang terjadinya penyerangan. Namun, pemerintah merasa kurang memiliki lembaga terpusat yang mengumpulkan informasi dari seorang mata-mata dan melaporkannya kepada pejabat terkait.

BACA JUGA: Direktur CIA: Ukraina Membuat China Berfikir Kembali Waktu Tepat untuk Serang Taiwan

Oleh karena itu, Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt mendirikan Office of Strategic Services (OSS) dan menunjuk Jenderal William J, Donovan untuk mengepalai lembaga ini. Tugas utama OSS adalah mengumpulkan dan menganalisis informasi strategis untuk keperluan perang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dengan OSS, Donovan yang dikenal dengan julukan “Wild Bill”, mampu mengirim penyabot di belakang garis musuh untuk membahayakan instalasi militer, menyebarkan disinformasi untuk menyesatkan pasukan Jepang dan Jerman, serta berupaya merekrut pejuang perlawanan.

Badan tersebut memiliki sekitar 12.000 staf di Washington DC dan di tempat lain, termasuk, misalnya, 500 atau lebih agen lapangan yang bekerja di Perancis yang diduduki Jerman. Pada akhir Perang Dunia II, Presiden Harry S Truman yang menjabat setelah kematian Roosevelt, tidak melihat perlunya OSS dan menghapusnya.

Dalam satu tahun setelah keputusan itu, dan setelah dimulainya Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, Truman berubah pikiran. Dengan banyaknya mantan pemimpin OSS yang masih ada di Washington, ia pertama kali mendirikan Kelompok Intelijen Pusat dan Badan Intelijen Nasional pada 1946.

Berdirinya CIA

Sejak didirikan pada tahun 1947 hingga 2005, CIA dijalankan oleh Direktur Central Intelligence (DCI). Jabatan ini umumnya diisi oleh para pemimpin dari berbagai bidang, baik militer, politik maupun bisnis.

Sejumlah orang terkenal memegang jabatan ini, termasuk yang pertama, Roscoe H. Hillenkoetter, dan mantan Presiden George HW Bush yang menjabat selama dua tahun pada 1976 hingga 1977.

George Tenet adalah DCI dari tahun 1996 hingga 2004, dan beberapa orang menganggap dia, dan agensi di bawah kepemimpinannya, bertanggung jawab atas kegagalan intelijen menjelang serangan teroris 11 September 2001 .

Pada 2004, Kongres mengeluarkan Undang-Undang Reformasi Intelijen dan Pencegahan Terorisme, yang merombak struktur kepemimpinan badan intelijen dan menempatkan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan CIA di bawah naungan posisi Direktur Nasional. Alhasil, CIA kini dipimpin oleh Direktur CIA.

Jabatan Direktur CIA dipegang oleh sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Anggota Kongres Demokrat Leon Panetta, yang merupakan Direktur CIA pertama Presiden Barack Obama. Panetta bertanggung jawab ketika teknik "interogasi keras" badan tersebut yang digunakan setelah serangan 11 September 2001 diungkapkan kepada publik.

Direktur CIA saat ini adalah William Burns, yang dilantik oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris pada 23 Maret 2021 di Gedung Putih, Washington. Burns adalah mantan diplomat karir selama 33 tahun dan Wakil Menteri Luar Negeri yang pensiun pada 2014. Ia yang fasih berbahasa Rusia, Arab, dan Perancis, sebelumnya pernah menjadi Duta Besar AS untuk Rusia dan Yordania.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini