Share

Terpilih Sebagai Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim Dilantik Sore Ini

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 24 November 2022 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 18 2713959 terpilih-sebagai-perdana-menteri-malaysia-anwar-ibrahim-dilantik-sore-ini-uBmiTiunnF.jpg Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dipilih sebagai Perdana Menteri Malaysia. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR - Raja Malaysia menunjuk pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri pada Kamis, (24/11/2022) mengakhiri lima hari krisis pasca pemilihan umum yang belum pernah terjadi sebelumnya. Anwar Ibrahim akan dilantik pada pukul 5 sore waktu setempat.

Penunjukan Anwar mengakhiri perjalanan politik selama tiga dekade dari anak didik pemimpin veteran Mahathir Mohammad menjadi tahanan yang dihukum karena sodomi menjadi pemimpin oposisi dan, akhirnya, perdana menteri.

BACA JUGA: Anwar Ibrahim Ditunjuk Jadi PM Malaysia 

Pemilihan umum pada Sabtu, (19/11/2022) berakhir dengan parlemen gantung yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan tidak satu pun dari dua aliansi utama, satu dipimpin oleh Anwar dan mantan perdana menteri lainnya Muhyiddin Yassin, segera dapat mengamankan kursi yang cukup di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Anwar yang berusia 75 tahun telah berkali-kali ditolak jabatan perdana menteri meskipun berada dalam jarak yang sangat dekat selama bertahun-tahun. Dia adalah wakil perdana menteri Malasia pada 1990-an dan perdana menteri resmi pada 2018.

Di sela-sela itu, dia menghabiskan hampir satu dekade di penjara karena sodomi dan korupsi dalam apa yang dia katakan sebagai tuduhan bermotivasi politik yang bertujuan untuk mengakhiri kariernya.

Ketidakpastian pemilu mengancam akan memperpanjang ketidakstabilan politik di negara Asia Tenggara, yang telah memiliki tiga perdana menteri selama bertahun-tahun, dan berisiko menunda keputusan kebijakan yang diperlukan untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Koalisi Anwar, yang dikenal sebagai Pakatan Harapan, memenangkan kursi terbanyak dalam pemungutan suara Sabtu dengan 82 kursi, sementara blok Perikatan Nasional Muhyiddin memenangkan 73 kursi. Mereka membutuhkan 112 kursi - mayoritas sederhana - untuk membentuk pemerintahan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Blok Barisan yang berkuasa lama hanya memenangkan 30 kursi - kinerja pemilihan terburuk untuk koalisi yang mendominasi politik sejak kemerdekaan pada tahun 1957.

Barisan mengatakan pada Kamis bahwa mereka tidak akan mendukung pemerintahan yang dipimpin oleh Muhyiddin, meskipun tidak merujuk pada Anwar, demikian diwartakan Reuters.

Keputusan tentang perdana menteri jatuh ke tangan Raja Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, setelah Anwar dan Muhyiddin melewatkan tenggat Selasa sore untuk membentuk aliansi.

Raja konstitusional memainkan peran seremonial tetapi dapat menunjuk seorang perdana menteri yang dia yakini akan memimpin mayoritas di parlemen.

Malaysia memiliki monarki konstitusional yang unik di mana raja dipilih secara bergiliran dari keluarga kerajaan sembilan negara bagian untuk memerintah selama lima tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini