Share

6 Juta Rumah Tangga Ukraina Hidup Gelap-gelapan Tanpa Listrik saat Musim Dingin Menerjang

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 26 November 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 18 2715248 6-juta-rumah-tangga-ukraina-hidup-gelap-gelapan-tanpa-listrik-saat-musim-dingin-menerjang-YzNryBT6yv.jpg Pemadaman listrik di Ukraina akibat serangan rudal Rusia (Foto: Reuters)

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan enam juta rumah tangga di Ukraina masih mengalami pemadaman listrik, setelah serangan rudal besar-besaran Rusia menghantam negara itu minggu ini.

"Sampai malam ini, pemadaman listrik berlanjut di sebagian besar wilayah dan di Kyiv," terangnya dalam pidato malam, dikutip BBC.

Dia mengatakan jumlah rumah tangga yang terkena dampak telah berkurang setengahnya sejak Rabu (23/11/202).

Baca juga: Rusia Terus Gempur Ukraina dengan Rentetan Serangan Rudal, 10 Juta Warga Hidup Gelap-gelapan Tanpa Listrik

Tetapi jutaan orang dibiarkan hidup tanpa cahaya, air, atau panas saat musim dingin tiba.

 Baca juga: Serangan Rudal Rusia Picu Pemadaman Listrik, Presiden Ukraina Kecam 'Teror' Putin di Pidato PBB

Berbicara dalam pidato video, Presiden Zelensky mengatakan ibu kota dan wilayah sekitarnya termasuk yang paling parah terkena dampak serangan itu. Dia mengatakan banyak penduduk di kota itu tanpa listrik selama 20 atau bahkan 30 jam.

Dia mengatakan daerah lain yang terkena dampak paling parah adalah wilayah Odesa, di selatan, Lviv di barat, serta Vinnytsia dan Dnipropetrovsk yang lebih sentral.

Presiden Zelensky mengimbau semua orang untuk menggunakan peralatan yang hemat energ.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Jika Anda tidak mengalami pemadaman listrik, bukan berarti masalah selesai. Tolong, jika Anda memiliki listrik, ini tidak berarti Anda dapat menghidupkan beberapa peralatan listrik yang kuat sekaligus,” terangnya.

"Kita harus bertahan pada musim dingin ini, musim dingin yang akan diingat semua orang," katanya.

Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bahwa meskipun ada serangan, hampir semua infrastruktur penting negara telah terhubung kembali. Termasuk hal-hal seperti utilitas air, pembangkit panas, rumah sakit, dan layanan darurat.

Tetapi orang biasa terus menghadapi pemadaman listrik terjadwal di setiap wilayah Ukraina.

Ada kekhawatiran bahwa penargetan Rusia terhadap infrastruktur Ukraina, ditambah dengan salju dan suhu di bawah nol, dapat menyebabkan krisis kesehatan di negara tersebut.

Ukraina dan sekutu Baratnya telah berulang kali mengatakan bahwa dengan menargetkan infrastruktur sipil kritis, Rusia melakukan kejahatan perang. Namun tuduhan ini dibantah Rusia.

Pada Jumat (25/11/2022), Gubernur wilayah Kherson mengatakan pasien rumah sakit telah dievakuasi dari daerah tersebut karena "penembakan terus-menerus oleh Rusia".

Pejabat dewan kota mengatakan 15 warga telah tewas di kota timur minggu ini - yang baru-baru ini direbut kembali oleh pasukan Ukraina.

Serangan udara Rusia terjadi ketika badan nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tiga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayah Ukraina telah dihubungkan kembali ke jaringan, setelah mereka terpaksa ditutup selama serangan minggu ini.

PLTN keempat, di wilayah yang dikuasai Rusia di Zaporizhzhia, kembali aktif pada Kamis (24/11/2022).

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini